LombokPost-Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan sistem pengawasan baru untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Salah satunya melalui integrasi kamera pengawas atau CCTV di seluruh dapur MBG.
Kamera itu nantinya akan terhubung dengan sistem pemantauan terpusat di kantor BGN. Sistem disiapkan untuk memperketat kontrol terhadap operasional dapur.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, sistem itu akan membantu pengawasan sejak proses pengolahan hingga distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengawasan nantinya tidak hanya dilakukan dari tingkat pusat.
BGN juga merancang pengawasan secara berjenjang hingga daerah.
Baca Juga: Tak Ada Lagi MBG untuk Sekolah Swasta Elit, BGN Alihkan ke Daerah Stunting Tinggi dan 3T
"Selain itu kami sedang tapi mungkin butuh waktu needs some time ya kami sedang bagaimana caranya mengintegrasikan CCTV di semua dapur bisa terintegrasi kepada kami seluruhnya di kantor pusat," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (7/8).
Mas Dar, sapaan akrab Sudaryono, mengatakan seluruh dapur SPPG nantinya wajib memiliki CCTV. Kamera kemudian diupayakan terhubung dengan sistem teknologi informasi di kantor pusat BGN.
"Nah itu kami ingin CCTV-nya itu connect ke dalam sistem IT kita yang ada di kantor pusat," ujarnya.
Integrasi itu diharapkan membuat BGN dapat mengetahui aktivitas dapur secara lebih cepat. Sudaryono juga membayangkan pengawasan dilakukan secara berjenjang.
Pemantauan dapat dilakukan mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.
"Jadi kita bisa tahu saya ingin niru yang apa kepolisian itu loh jadi orang kalau maju dikit nah itu sudah syukur-syukur bisa diteriakin 'Eh eh kok masaknya kok jam 7 malam enggak boleh ya kau masak!' gitu loh," ungkap Sudaryono.
Rencana integrasi CCTV menjadi bagian dari upaya BGN memperkuat pengawasan operasional dapur MBG. Selain kamera pengawas, BGN juga mewajibkan pencatatan atau log pada setiap tahapan pengolahan makanan.
Pencatatan dimulai sejak bahan makanan datang. Proses kemudian terus dicatat hingga makanan diterima sekolah penerima manfaat.
"Intinya saudara di sistem kita ini sudah kita wajibkan semua harus ada log-nya," tutupnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : jawapos.com