LombokPost — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah diwarnai langkah penarikan mendadak hingga dugaan keracunan massal. Di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, petugas mengambil tindakan preventif dengan membatalkan pengiriman ribuan porsi makanan setelah ditemukan indikasi bahan pangan tak layak konsumsi.
Sebanyak 2.957 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, ditarik kembali sebelum sempat dikonsumsi penerima manfaat, Rabu (12/8/2026). Langkah tersebut dilakukan setelah petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menemukan menu olahan daging ayam yang tidak layak dikonsumsi.
Salah satu lokasi penarikan berada di SDN 2 Jati. Armada SPPG yang mengangkut paket makanan sempat tiba di lokasi sebelum akhirnya diminta membawa kembali seluruh boks makanan ke pusat pengolahan.
”Pihak SPPG menginformasikan adanya sebagian kecil menu ayam yang kurang layak konsumsi. Karena itu, pengiriman MBG hari ini dibatalkan,” ujar Guru SDN 2 Jati Roni.
Pemusnahan Ribuan Porsi Makanan
Kepala SPPG Insan Berlian Sejahtera Abra Yoda Raya membenarkan adanya penarikan 2.957 porsi makanan tersebut. Menurut dia, menu yang terdiri dari nasi putih, ayam rempah, tempe mendoan, sayur sawi dan wortel, serta buah anggur itu akhirnya dimusnahkan demi keamanan penerima manfaat.
Abra menjelaskan, temuan makanan tak layak konsumsi itu berawal dari laporan chef dan ahli gizi saat menyiapkan 2.000 porsi makanan untuk batch kedua. ”Saat dimasak, koki dan ahli gizi melapor bahwa aroma dan rasa olahan ayam tersebut tidak enak,” ucapnya.
Untuk memastikan temuan tersebut, Abra mengaku sempat mencicipi menu olahan ayam rempah tersebut. Tak berselang lama, dia mengalami mual hingga muntah sebanyak tiga kali.
Guna mengantisipasi risiko gangguan kesehatan pada penerima manfaat, pihak pengelola SPPG memutuskan menghentikan seluruh distribusi untuk batch pertama dan kedua yang menyasar siswa sekolah dasar hingga ibu hamil.
”Dari pada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, semua porsi kami tarik dan musnahkan. Indikasi masalah hanya ada pada olahan ayam, sementara bahan lain aman,” terang Abra.
Ratusan Orang Terindikasi Keracunan di Trenggalek
Sementara itu di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Satgas MBG mencatat sekitar 549 orang terindikasi mengalami gejala kelainan pencernaan seperti nyeri perut, mual, hingga diare usai mengonsumsi menu MBG.
Kasus tersebut tersebar di tiga titik, yakni 493 orang di SMPN 1 Trenggalek, 30 orang di SDI Luqman Al Hakim, serta 26 orang warga penerima manfaat dari sejumlah posyandu di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek dr Sunarto menyebut, dari total 493 orang yang mengalami keluhan di SMPN 1 Trenggalek, terdiri atas 474 siswa dan 19 guru. Dari jumlah tersebut, 78 orang masih mengeluh sakit hingga Kamis (13/8/2026), sedangkan 41 siswa tercatat tidak masuk sekolah.
Sunarto menyampaikan bahwa sebagian besar gejala yang dialami korban masuk dalam kategori ringan. ”Gejalanya biasanya tidak berat, hanya kadang ada yang sedikit nyeri perut, kemudian mual, ada sedikit yang diare,” jelasnya.
Penanganan medis juga diberikan kepada penerima manfaat di lokasi lain. Di SDI Luqman Al Hakim, keluhan kesehatan dialami oleh 20 siswa dan 10 tenaga pendidik. Sedangkan 26 warga yang ditangani di lima posyandu meliputi sembilan balita, tiga ibu hamil, empat ibu menyusui, dua kader posyandu, dan delapan warga lainnya.
Rentetan Insiden Serupa di Banyumas dan Karo
Kasus dugaan keracunan menu program MBG juga dilaporkan terjadi di wilayah lain. Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sebanyak 165 siswa MAN 2 Banyumas mengalami gejala gangguan pencernaan pada Senin (10/8/2026) usai menyantap olahan nasi putih, ayam dadu bumbu woku, tumis pokcoy jagung, orek tempe, dan buah anggur.
Insiden serupa menimpa puluhan siswa SMAN 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Rabu (12/8/2026). Para siswa yang mengalami gejala keracunan langsung dilarikan ke RSU Efarina Etaham dan Puskesmas Berastagi untuk mendapatkan perawatan medis.
Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Jawa Pos