LombokPost – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) secara resmi menyatakan bahwa Peringatan Dini Tsunami yang dipicu oleh gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 di utara Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah berakhir pada Sabtu (15/8/2026) pukul 07.31 WIB (08.31 WITA).
Pengakhiran peringatan dini ini dikeluarkan setelah BMKG mengonfirmasi bahwa gelombang tsunami yang sempat terdeteksi di sejumlah stasiun pengamatan laut telah surut dan situasi dinyatakan aman.
Berdasarkan pemutakhiran data tide gauge BMKG, tsunami kecil akibat gempa M 7,7 tersebut sempat terdeteksi di beberapa wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi.
Baca Juga: BMKG: Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Utara Nagekeo NTT, Berpusat di Kedalaman 10 Km
- Maurole (NTT): Ketinggian tsunami tertinggi tercatat mencapai 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.
- Bulu Kumba (Sulsel): Ketinggian tsunami tercatat 0,54 meter pada pukul 05.58 WIB.
- Kawapante (NTT): Ketinggian tsunami tercatat 0,38 meter pada pukul 05.16 WIB.
- Baubau (Sultra): Ketinggian tsunami tercatat 0,30 meter pada pukul 05.47 WIB.
- Flores Timur (NTT): Ketinggian tsunami tercatat 0,25 meter pada pukul 05.24 WIB.
- Kolaka (Sultra): Ketinggian tsunami tercatat 0,23 meter pada pukul 06.27 WIB.
- Bakalang (NTT): Ketinggian tsunami tercatat 0,14 meter pada pukul 05.41 WIB.
Baca Juga: Peringatan Dini Tsunami Pasca Gempa M 7,7: NTT, Sulsel, Sultra, dan NTB Berstatus Siaga-Waspada
Masyarakat Imbau Kembali Beraktivitas Normal
Dengan dinyatakannya peringatan dini tsunami telah berakhir, masyarakat yang sebelumnya sempat melakukan evakuasi mandiri ke tempat tinggi diimbau dapat kembali ke rumah masing-masing dengan tetap berhati-hati dan memeriksa kelayakan struktur bangunan pascagempa.
Pihak BMKG dan BPBD setempat tetap meminta warga untuk memantau pembaruan informasi resmi dan tidak terpengaruh oleh isu hoaks atau informasi liar yang beredar.
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : BMKG