Radar MBG Dibuka untuk Publik, Orang Tua Bisa Pantau Menu hingga Dapur Penyedia

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:59 WIB
Kepala BGN Sudaryono (Tengah). (Istimewa)
Kepala BGN Sudaryono (Tengah). (Istimewa)

 

LombokPost-Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan portal digital bernama Radar MBG. Portal itu memungkinkan masyarakat memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara lebih terbuka.

Melalui Radar MBG, orang tua dapat mengetahui menu yang diterima anak di sekolah. Masyarakat juga bisa melihat kandungan gizi, foto makanan, sekolah penerima, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksinya.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, portal itu dapat digunakan berbagai pihak. Selain orang tua, akses pemantauan juga ditujukan kepada guru, kepala sekolah, pemerintah daerah, dan dinas terkait.

Baca Juga: Integrasi Data Dukcapil Bantu BGN Telusuri Penerima MBG yang Belum Terlayani

“Kami sudah menyiapkan portal di mana masyarakat, khususnya orang tua, guru, kemudian kepala sekolah dan kepala daerah, dinas, itu bisa kemudian memonitor,” ujar Kepala BGN Sudaryono dalam Rapat Koordinasi Khusus antara Kementerian Dalam Negeri, BGN, dan pemerintah daerah di Jakarta.

Kehadiran Radar MBG menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi program. Portal juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan dan membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pengawasan.

Sudaryono mengatakan, kebutuhan informasi terutama datang dari orang tua. Mereka ingin mengetahui makanan yang diterima anak setiap hari di sekolah.

“Orang tua itu ingin tahu, anak yang sekolah di sekolah yang mendapatkan MBG, hari ini menunya apa. Maka kami sudah menyiapkan portal. Di sana bisa dilihat sekolah mana, menunya apa, foto menunya ada, gizinya mana, dan dari SPPG mana itu bisa dicek melalui yang kami namakan Radar MBG,” kata Sudaryono.

Menurutnya, keterbukaan informasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi. Data yang tersedia juga menjadi instrumen untuk memperkuat pengawasan bersama.

Baca Juga: BGN Tutup 504 Dapur MBG Akibat Tak Higienis, Sekitar 3.000 Dapur Masih Jalani Pemeriksaan

Masyarakat, sekolah, pemerintah daerah, dan dinas terkait dapat memantau pelaksanaan MBG melalui informasi digital. Mereka juga dapat memberikan perhatian apabila menemukan aspek layanan yang perlu diperbaiki.

BGN turut memperkuat kewajiban pelaporan digital bagi seluruh SPPG. Pelaporan itu mencakup proses produksi makanan yang dilakukan setiap dapur MBG.

Saat ini, sekitar 85 persen SPPG telah mengisi laporan secara digital. BGN mendorong seluruh dapur melakukan pelaporan secara konsisten agar informasi dalam Radar MBG semakin lengkap.

“Kalau nanti dibuka tetapi gambarnya belum muncul, itu artinya SPPG-nya belum melaporkan atau belum memfoto. Kami sedang meningkatkan dan mewajibkan semua dapur secara digital melaporkan proses produksi,” jelasnya.

Baca Juga: Ada Masalah MBG di Sekolah? Guru Bisa Mengadu Langsung ke BGN Lewat Kanal Khusus

Sudaryono menegaskan partisipasi publik melalui Radar MBG tidak diharapkan berhenti pada pemantauan. Keterlibatan masyarakat juga diarahkan menjadi bagian dari mekanisme perbaikan secara berkelanjutan.

BGN ingin memastikan kualitas program terus meningkat. Perbaikan mencakup kualitas makanan, komposisi menu, kandungan gizi, hingga pelayanan kepada penerima manfaat.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
Radar MBG SPPG badan gizi nasional Makan Bergizi Gratis Menu MBG