LombokPost - Hari ketiga (14/8) operasi pencarian korban kecelakaan KMP Putri Yasmin belum membuahkan hasil. Meski demikian, jumlah korban yang belum ditemukan sisa empat orang setelah satu orang dikonfirmasi selamat.
“Korban atas nama Ratu Agung Sekar Ayu dilaporkan oleh pihak keluarga sudah berada di rumah dalam keadaan selamat,” kata Kepala Kantor SAR Mataram selaku SAR Mission Coordinator (SMC) Muhamad Hariyadi, Jumat (14/8).
Dijelaskan, Ratu Agung tidak jadi menyeberang menggunakan KMP Putri Yasmin pada 12 Agustus. Meski namanya masuk di manifes karena membeli tiket, yang bersangkutan maju berangkat lebih awal pada 9 Agustus menggunakan KMP Surya 777. “Dengan konfirmasi ini, data pencarian korban hilang berkurang dari lima menjadi empat orang, sementara korban meninggal dunia tetap satu orang," terang Hariyadi.
Baca Juga: Hari Keempat Pencarian Korban KMP Putri Yasmin, Tim SAR Sisir Selat Lombok hingga Nusa Penida
Empat korban yang kini masih dalam pencarian seluruhnya merupakan penumpang lokal asal Mataram dan Bali. Salah satu di antaranya tidak masuk dalam manifes kapal. Namun suaminya berhasil selamat usai dievakuasi KMP Parama Kalyani.
Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas Rangga Aribowo menjelaskan, operasi hari ketiga dimulai sejak pukul 07.00 Wita dengan mengerahkan armada udara dan laut. Satu unit helikopter dari PT SGI diterbangkan dari Benoa menyisir wilayah perairan selatan Pulau Bali seluas 100 nautical mile (NM) persegi selama dua jam.
Selain itu, dua armada laut turut disiagakan. Kapal KN SAR 220 milik Kantor SAR Mataram menyisir area seluas 60 NM ke arah barat daya dari Last Known Position (LKP), sementara KAL Blongas milik TNI AL melakukan penyisiran seluas 48 NM di sekitar lokasi kejadian awal. Namun hingga pukul 15.00 Wita, penyisiran belum membuahkan hasil.
Baca Juga: Gapasdap Pastikan KMP Putri Yasmin Kantongi Dokumen Kelaikan, Komisi V DPR RI Minta Evaluasi Total
Berdasarkan analisis SARMAP Calculation, Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) KMP Putri Yasmin sempat terdeteksi mati pada pukul 21.02 Wita di posisi kedua. Dalam kurun 11 jam pertama pascaterbakar, bangkai kapal diperkirakan telah bergeser sejauh 13,8 NM, dan hingga Jumat pagi diprediksi hanyut bergeser kembali sejauh 39 NM ke arah barat daya.
Pembagian Sektor Laut dan Udara
Untuk memaksimalkan pencarian, tim SAR gabungan membagi kekuatan ke dalam beberapa sektor strategis. Sektor perairan laut diperkuat oleh pengerahan tiga unit kapal utama, yakni KN SAR 220 Mataram, KAL Blongas, dan KAL Lembar.
Baca Juga: Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian Korban KMP Putri Yasmin, Ombudsman Temukan 3 Manifes
Sementara untuk sektor pemantauan udara, tim mengerahkan satu unit Helikopter SGI Air Bali yang didukung oleh Finns Search And Rescue serta personel dari Kantor SAR Denpasar. Area fokus pencarian disebar melingkupi kawasan arah barat daya, selatan, hingga sebelah timur dari titik awal kejadian kapal terbakar (Last Known Position).
Operasi SAR di lapangan dipantau langsung oleh Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayor Jenderal TNI (Mar) Edy Prakoso yang turun ke Posko SAR Lembar.
Rencana Operasi Hari Keempat
Untuk pencarian hari keempat, Sabtu (15/8), Basarnas memfokuskan pengerahan armada laut untuk menyisir sekitar perairan Sekotong. Pihaknya juga telah mem-broadcast imbauan keselamatan dan pemantauan kepada para nelayan setempat serta kapal-kapal yang melintas melalui VTS Lembar dan VTS Benoa.
"Fokus utama kami adalah mencari, menolong, dan menyelamatkan korban jiwa. Operasi sesuai prosedur akan berlangsung selama 7 hari. Jika hingga hari ketujuh tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR baru dapat dinyatakan selesai," tegas Hariyadi.
Keluarga Korban Tetap Optimis
Tinggi gelombang laut yang mencapai 4 hingga 5 meter di wilayah perairan selatan Lombok, Nusa Penida, hingga Bali menjadi tantangan utama tim SAR gabungan. Cuaca ekstrem dan ombak besar tersebut menyulitkan proses pemantauan, baik dari armada laut maupun udara.
Di tengah kondisi laut yang tidak bersahabat, harapan terus disuarakan oleh keluarga korban yang menunggu kepastian di Posko SAR Pelabuhan Lembar. Bahkan, pada operasi hari ketiga ini, perwakilan keluarga korban memutuskan ikut bersama tim SAR dalam pencarian.
“Operasi SAR dipastikan terus berlanjut hingga batas standar operasional 7 hari,” tegas Hariyadi. (nur/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post