Tanggap Bencana Gempa NTT: 5 Pesawat TNI AU Dikerahkan Bawa 65 Ton Bantuan Logistik

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:05 WIB
GEMPA NTT: Anggota Basarnas sedang mengamati sebuah masjid yang runtuh akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Desa Satar Kampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8). F
GEMPA NTT: Anggota Basarnas sedang mengamati sebuah masjid yang runtuh akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Desa Satar Kampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8). F

LombokPost – Pemerintah terus mempercepat penanganan pascabencana gempa bumi yang menerjang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Rabu (19/8/2026) subuh, pukul 04.00 WIB, lima pesawat TNI AU dilepas dari Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk mengangkut 65 ton bantuan logistik.

Pelepasan bantuan darurat ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Langkah cepat ini dilakukan guna memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di kawasan Pulau Flores dan sekitarnya terpenuhi tanpa kendala.

Tiba di lokasi sejak pukul 03.30 WIB, Seskab Teddy dan Mensos Gus Ipul hadir mendampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Danlanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman, serta Dan Sektor 1 Angkut TNI AU Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma untuk meninjau persiapan secara langsung.

Rombongan sempat mengecek bagian dalam kabin pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas bernomor ekor A-4001 guna memastikan seluruh muatan logistik telah terikat aman dan siap diterbangkan.

"Atas instruksi Bapak Presiden, hari ini, hari kelima pascabencana, tanggal 19 Agustus 2026 jam 04.00 pagi, kembali diberangkatkan 5 pesawat menuju NTT. Hari ini total membawa 65 ton logistik," ujar Seskab Teddy di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (19/8).

Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan mendesak bagi para pengungsi, seperti bahan makanan, air minum, tenda pengungsian, hingga pasokan perlengkapan medis. Pengiriman armada udara pada subuh ini menambah akumulasi bantuan logistik yang dikirim sejak hari pertama bencana, melonjak dari 27 ton hingga kini menembus total 253 ton.

Strategi Distribusi Tiga Jalur dan Dua Posko Utama

Guna menjamin barang bantuan sampai secara presisi ke tangan korban dan tidak menumpuk di gudang penampungan, pemerintah menerapkan strategi distribusi melalui tiga jalur (udara, laut, dan darat) serta menetapkan dua posko utama.

Kedua posko utama tersebut didirikan di Labuan Bajo dan Maumere:

"Semua logistik didorong ke daerah-daerah tersebut menggunakan jalur udara lewat helikopter dan pesawat Cassa, kemudian lewat laut dan jalur darat," lanjut Teddy.

Editor : Redaksi Lombok Post
Teddy Indra Wijaya Gempa NTT Bantuan