LombokPost-Sebanyak 14.167 prajurit TNI dikerahkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah. Mereka bergerak bersama unsur Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta instansi lainnya.
Keterangan resmi yang diautentifikasi Kabidpenum Pusat Penerangan (Puspen) TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi menyebut ribuan prajurit terlibat langsung dalam penanganan karhutla. Pengerahan personel turut didukung berbagai sarana dan peralatan pemadaman.
”Penanganan karhutla dilaksanakan oleh satuan TNI di sejumlah wilayah yang terdampak, bersinergi dengan pemerintah daerah, Polri, pemadam kebakaran, BPBD, Manggala Agni, instansi terkait lainnya, serta masyarakat,” terang dia.
Baca Juga: TNI AU Kirim Tiga Pesawat Casa NC-212 untuk Modifikasi Cuaca di Kalimantan
Prajurit TNI menjalankan sejumlah tugas sesuai kondisi di masing-masing daerah. Kegiatan mencakup pemadaman api, patroli, pemantauan, pencegahan, hingga penanganan dampak karhutla.
Mabes TNI juga memerintahkan seluruh satuan untuk bersiaga menghadapi karhutla. Langkah itu dilakukan agar kekuatan TNI dapat digerakkan dengan cepat ketika diperlukan.
”Kesiapsiagaan dilakukan melalui penyiapan personel dan materiil, pemantauan wilayah, patroli serta koordinasi dengan unsur terkait,” imbuhnya.
Dalam penanganan karhutla, prajurit TNI bersinergi dengan pemerintah daerah, Polri, pemadam kebakaran, BNPB, BPBD, Manggala Agni, serta instansi lainnya.
”Kesiapsiagaan personel dan materiil terus dipelihara agar dapat digerakkan secara cepat sesuai perkembangan situasi di lapangan, sekaligus memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif,” ucap Agung.
Baca Juga: Tanggap Bencana Gempa NTT: 5 Pesawat TNI AU Dikerahkan Bawa 65 Ton Bantuan Logistik
Dukungan TNI juga diperkuat melalui unsur udara. Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan, tiga pesawat dikerahkan untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanggulangan karhutla di Kalimantan.
”Pesawat tersebut terbang dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jumat siang (21/8), menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat dukungan penanganan karhutla di wilayah tersebut,” kata dia.
Nyoman mengatakan, tiga pesawat Casa NC-212 dikerahkan sebagai dukungan TNI AU dalam pelaksanaan OMC. Pengerahan itu diharapkan mempercepat penanggulangan karhutla di Kalimantan.
”Pesawat tersebut akan memperkuat unsur udara yang sudah berada di wilayah Kalimantan,” jelasnya.
Saat ini, sebanyak 20 pesawat berbagai jenis telah berada di Kalimantan. Kekuatan udara itu terdiri atas lima helikopter, tiga pesawat modifikasi cuaca, serta 12 helikopter besar untuk melakukan water bombing.
”Dengan tambahan tiga pesawat Cassa ini, dukungan TNI AU diharapkan dapat semakin optimal, khususnya dalam pelaksanaan OMC untuk membantu mengurangi dampak kabut asap di wilayah Kalimantan,” ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak 42 pesawat telah dikerahkan ke enam provinsi prioritas penanggulangan karhutla. Keenamnya meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
”Dari jumlah tersebut, 20 pesawat berpusat di Kalimantan, sedangkan 22 pesawat lainnya berpusat di Sumatera,” kata Nyoman.
Pengerahan kekuatan udara menjadi bagian dari dukungan TNI AU bersama unsur terkait dalam menghadapi potensi karhutla. Penanganan dilakukan melalui OMC maupun operasi water bombing di wilayah terdampak.
Editor : Akbar SirinawaSumber : jawapos.com