LombokPost-Mabes TNI meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 66.510 prajurit disiagakan untuk mendukung pencegahan dan penanganan kebakaran.
Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi mengatakan, sebagian personel sudah dikerahkan langsung ke sejumlah wilayah terdampak. Pengerahan dilakukan sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan.
”Dari kekuatan 66.510 personel yang disiagakan tersebut, sebanyak 16.740 personel dikerahkan untuk menangani karhutla di sejumlah wilayah, pada hari Jumat (21/8),” kata Agung dalam keterangan resmi pada Sabtu (22/8).
Baca Juga: Prabowo Tugaskan Petinggi TNI-Polri Pimpin Penanganan Karhutla Kalimantan
Menurut Agung, pengerahan pasukan mempertimbangkan kecepatan respons dan efektivitas penanganan. Langkah itu juga ditujukan mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain.
TNI bergerak bersama Polri, pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya. Kolaborasi dilakukan melalui pemantauan, patroli, pemadaman, pendinginan, hingga langkah pencegahan.
”Termasuk melibatkan masyarakat dalam menjaga wilayah dari potensi terjadinya karhutla,” ujarnya.
TNI juga menyiapkan personel dan sarana pendukung agar dapat digerakkan sewaktu-waktu. Kesiapan itu ditujukan untuk memastikan penanganan karhutla berlangsung cepat dan terpadu mengikuti kondisi di lapangan.
Penguatan penanganan karhutla juga dilakukan khusus di Kalimantan. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menugaskan pejabat utama TNI dan Polri memimpin langsung penanganan di empat provinsi.
”Presiden Prabowo telah menginstruksikan para pejabat utama TNI dan Polri untuk turun langsung bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat menangani karhutla di 4 provinsi terdampak di Kalimantan,” ungkap Sekretaris Kabinet Letkol Infanteri Teddy Indra Wijaya.
Di Kalimantan Barat (Kalbar), Prabowo menugaskan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Penanganan di Kalimantan Tengah (Kalteng) dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Sementara di Kalimantan Selatan (Kalsel), tugas diberikan kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dan Astamaops Kapolri Komjen Pol M. Fadil Imran.
Untuk Kalimantan Timur (Kaltim), Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Komandan Korps Brimob Polri Komjen Ramdani Hidayat mendapat tugas turun langsung ke lapangan.
”Pembagian tugas dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan lebih cepat, terpadu dan serentak,” ucap Teddy.
Editor : Akbar SirinawaSumber : jawapos.com