LombokPost-Kapal induk Giuseppe Garibaldi memulai pelayaran dari Italia menuju Indonesia, Senin malam (24/8). Alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL itu dijadwalkan singgah di Arab Saudi dan Sri Lanka sebelum tiba di Indonesia.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, pelayaran berlangsung sesuai rencana awal.
”Dalam pelayarannya menuju Indonesia, Garibaldi direncanakan melintasi Terusan Suez, dengan agenda singgah di Jeddah, Arab Saudi dan Colombo, Sri Lanka,” terang Rico dikutip pada Selasa (25/8).
Baca Juga: Prabowo Kerahkan Enam Pesawat TNI AU Bawa Bantuan ke NTT dan Kalimantan
Menurut Rico, perjalanan dari Colombo selanjutnya akan menyesuaikan rencana operasi dan navigasi kapal induk pertama milik Indonesia itu.
”Sebelum melanjutkan pelayaran menuju Indonesia. Untuk detail rute pelayaran selanjutnya akan menyesuaikan dengan rencana operasi dan navigasi kapal,” terang dia.
Giuseppe Garibaldi merupakan kapal hibah dari Italia yang penerimaannya telah mendapat persetujuan DPR. Persetujuan diberikan dalam Rapat Paripurna DPR pada Selasa (21/7).
Ketua DPR Puan Maharani saat itu meminta persetujuan seluruh legislator atas penerimaan alutsista tersebut.
”Sidang Dewan yang kami hormati, selanjutnya kami menanyakan kepada Sidang Dewan yang terhormat, apakah Laporan Komisi I DPR RI atas persetujuan penerimaan hibah 1 unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia dapat kita setujui?” tanya Puan disambut persetujuan.
Baca Juga: Prabowo Tambah Tiga Batalyon TNI dan Enam Helikopter Tangani Karhutla Kalimantan
Sebelum persetujuan diberikan, Wakil Ketua Komisi I DPR Budi Djiwandono menyampaikan laporan hasil pembahasan bersama Kemhan. Menurutnya, penerimaan hibah alutsista dari luar negeri merupakan langkah strategis.
Namun, persetujuan DPR tetap diperlukan untuk menjamin tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berlandaskan hukum. Ketentuan Pasal 23 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara juga harus dipenuhi.
”Dimana persetujuan DPR RI menjadi syarat konstitusional yang imperatif bagi setiap penerimaan hibah dari pemerintah atau lembaga asing,” ujarnya.
Komisi I DPR sebelumnya mendapat tugas membahas Surat Menteri Pertahanan Republik Indonesia Nomor B/1845/M/VII/2026 tertanggal 7 Juli 2026. Surat itu berisi permohonan persetujuan penerimaan hibah alutsista dari Italia.
Sebagai bagian dari pembahasan, Komisi I DPR menggelar rapat kerja bersama pemerintah pada Senin (20/7). Pemerintah diwakili jajaran Kemhan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Mabes TNI, serta para kepala staf angkatan.
Baca Juga: Prabowo Tugaskan Petinggi TNI-Polri Pimpin Penanganan Karhutla Kalimantan
Setelah mendapat penjelasan pemerintah, seluruh fraksi di Komisi I DPR menyetujui hibah Giuseppe Garibaldi. Kapal itu nantinya akan berganti nama dan masuk dalam jajaran armada kapal perang TNI AL. Pangkalan yang sejauh ini disiapkan berada di Lampung.
”Komisi I DPR RI secara bulat dan sepakat menyetujui penerimaan hibah alpalhankam dari luar negeri sebagaimana yang dimohonkan dalam Surat Menteri Pertahanan Republik Indonesia Nomor B/1845/M/VII/2026 tanggal 7 Juli 2026 berupa 1 unit kapal induk Italian Ship Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia,” jelasnya.
Jika tidak ada perubahan, Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba pada 20 September 2026. Ketua Komisi I DPR Utut Adianto sebelumnya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Italia atas hibah alutsista itu.
”Komisi I DPR menyetujui hibah 1 unit kapal induk Italian Ship Giuseppe Garibaldi senilai 54.022.426,67 sen euro dari Pemerintah Italia kepada Kementerian Pertahanan sebagaimana surat menteri pertahanan kepada ketua DPR RI nomor B/1845/m/VII/2026 tanggal 7 Juli 2026,” kata dia.
Utut mengatakan, tantangan berikutnya adalah memastikan kapal yang sudah berumur itu dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Pengembangan juga diperlukan agar operasionalnya dapat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan saat ini.
”Ini tentu bukan untuk misi perang, lebih mungkin untuk jaga perbatasan di luar dan untuk momen-momen tertentu helikopter mendarat di sana. Kita juga bangga punya (kapal induk) seperti ini,” imbuhnya.
Giuseppe Garibaldi memiliki panjang sekitar 180 meter dan lebar 33 meter. Kapal memiliki draft 8,2 meter, displacement sekitar 13,8 ton, kecepatan maksimum 30 knot, serta kecepatan jelajah 20 knot.
Kapal itu juga dilengkapi empat propulsion system gas turbine LM2500.
Editor : Akbar SirinawaSumber : jawapos.com