LombokPost-Badan Gizi Nasional (BGN) masih menunda aktivasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejumlah mitra yang sudah membangun dapur, bahkan mengandalkan pinjaman bank, masih harus menunggu kepastian operasional.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, penundaan dilakukan karena pemerintah tengah membenahi aturan dan tata kelola program. Aktivasi dapur baru ditargetkan mulai berjalan pada September hingga Oktober 2026.
Sudaryono mengakui keputusan itu berdampak terhadap mitra yang telah lebih dulu membangun dapur.
“Saya paham Pak, jadi memang banyak yang orang udah bangun dapur, udah ngutang bank, dikejar-kejar bank. Ya, kami baru sebulan, izinkan kami kasih waktu sedikit lagi untuk kemudian kami bereskan,” kata Sudaryono, dikutip Jumat (28/8).
Baca Juga: BGN Coret Taruna Nusantara hingga Kemala Bhayangkari dari Sekolah Penerima MBG
BGN saat ini memilih memprioritaskan pembenahan tata kelola puluhan ribu dapur yang sudah beroperasi. Pemerintah juga tengah menyisir seluruh dapur yang telah selesai dibangun, baik di wilayah 3T maupun daerah lainnya.
Langkah itu dilakukan agar penambahan dapur baru tidak menambah persoalan dalam pelaksanaan MBG.
“Intinya kami di Agustus ini, izinkan kami membereskan 27.000 yang sudah operasional ini, tata kelola, aturan, peraturannya tuh mesti bener dulu. Jangan sampai ini belum beres, kita buka-buka-buka, akhirnya numpuk masalah,” kata Sudaryono.
Menurut Sudaryono, pembenahan mencakup sejumlah aspek, mulai dari keuangan hingga koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. BGN ingin memastikan seluruh aturan yang menjadi dasar operasional dapur MBG sudah selesai sebelum aktivasi baru dilakukan.
Baca Juga: Integrasi Data Dukcapil Bantu BGN Telusuri Penerima MBG yang Belum Terlayani
“Keuangannya beres, urusan dengan Kemenkes beres, aturan di PANRB-nya beres, dengan BKKBN beres Pak,” ujarnya.
BGN menargetkan pembenahan dan sinkronisasi data rampung pada 31 Agustus 2026. Setelah itu, aturan baru akan diterbitkan sebagai dasar pembukaan atau aktivasi dapur MBG berikutnya.
“Nah, baru fix oke, insyaallah di 31 Agustus ini data di Dikdasmen juga masuk, masuk semua. Fix, baru kita akan keluarkan peraturan-peraturan baru yang itu mengakomodir pembukaan atau aktivasi dapur-dapur di wilayah 3T dan wilayah-wilayah lain,” jelasnya.
Dengan begitu, aktivasi dapur baru termasuk di wilayah 3T akan dilakukan setelah seluruh aspek regulasi dan tata kelola dinyatakan siap. BGN memperkirakan proses itu dapat dimulai pada September hingga Oktober.
“Jadi kami izinkan nanti ini nanti di September, Oktober, ini kemudian kita kalau sudah jelas peraturannya, fix dari Kementerian Keuangan dan KL-KL lain yang berhubungan ini secara aturan beres semua Pak Menko,” lanjutnya.
Sudaryono menegaskan pembenahan aturan diperlukan agar ekspansi dapur MBG tidak menimbulkan persoalan hukum maupun administratif di kemudian hari.
“Jadi tidak ada lagi aturan yang kita langgar yang itu kemudian membuat masalah di kemudian hari. Jadi kami mohon kesabarannya, sabar sedikit,” tegasnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : jawapos.com