LombokPost-Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang menjadi momentum yang memperlihatkan eratnya hubungan NU dan Muhammadiyah. Muhammadiyah Jombang ikut menyukseskan agenda itu dengan menyiapkan layanan kesehatan gratis, ambulans, tenaga kesehatan, hingga ribuan makanan dan minuman bagi peserta muktamar.
Bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jombang sekaligus penanggung jawab kegiatan Sugeng Santoso mengatakan, pihaknya merasa perlu terlibat karena Muktamar NU menjadi agenda bersama masyarakat Jombang. Hubungan NU dan Muhammadiyah di daerah itu juga telah terjalin erat sejak beberapa periode sebelumnya melalui komunikasi rutin dan pertemuan informal.
"Kalau di Jombang itu antara NU dan Muhammadiyah sudah menyatu. Setiap satu bulan pasti kumpul, ngopi," ujar Sugeng.
Baca Juga: PWNU NTB Rapat Khusus Bahas Arah Dukungan Jelang Muktamar PBNU
Berangkat dari hubungan itu, Muhammadiyah Jombang lebih dahulu berkomunikasi dengan panitia lokal Muktamar NU. Setelah mendapat izin dan sambutan positif, berbagai dukungan mulai disiapkan untuk peserta dan masyarakat yang hadir selama muktamar.
Awalnya, Muhammadiyah Jombang menyiapkan empat rumah sakit, empat ambulans, dan sekitar 40 tenaga kesehatan. Dukungan kemudian bertambah setelah keterlibatan Muhammadiyah Jombang mendapat respons dari jajaran Muhammadiyah di sejumlah daerah sekitar.
Jumlah rumah sakit yang terlibat akhirnya mencapai 10. Rumah sakit itu berasal dari sejumlah daerah, antara lain Nganjuk, Madiun, Kediri, Lamongan, Mojokerto, hingga wilayah sekitar Jombang.
Layanan kesehatan disiapkan bagi peserta muktamar maupun muhibbin yang mengalami gangguan kesehatan selama mengikuti kegiatan. Peserta dapat memeriksakan diri di klinik atau posko kesehatan yang tersedia dan memperoleh penanganan sesuai kondisi.
Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien dapat dirujuk ke rumah sakit Muhammadiyah, termasuk yang berada di Jombang dan Mojoagung.
Baca Juga: PBNU Survei Kesiapan NTB, Gubernur Tulis Surat Kesanggupan Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
"Kalau memang perlu ditangani khusus dan harus dirujuk, akan dirujuk ke rumah sakit Muhammadiyah yang ada di Jombang maupun Mojoagung. Semua itu digratiskan," kata Sugeng.
Dukungan Muhammadiyah Jombang tidak berhenti pada layanan kesehatan. Sebanyak 10.000 mangkuk bakso, 10.000 butir telur, 10.000 cup kopi, serta air minum disiapkan bagi peserta dan muhibbin selama empat hari pelaksanaan muktamar.
Muhammadiyah juga menyiapkan 200 personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam). Mereka akan membantu mendukung kegiatan Muktamar NU ke-35 sejak rangkaian pembukaan hingga seluruh agenda berakhir pada 30 Agustus.
Koordinasi juga dilakukan dengan Banser untuk mengatur bentuk keterlibatan dan pembagian peran di lapangan. Personel Kokam akan disiagakan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Baca Juga: Diktilitbang PP Muhammadiyah dan UMMAT Perkuat Riset Dosen
Sugeng menilai keterlibatan Muhammadiyah dalam Muktamar NU bukan muncul secara tiba-tiba. Hubungan antarkelompok keagamaan di Jombang telah tumbuh melalui komunikasi dan kebiasaan saling mendukung dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Karena itu, ketika NU menggelar salah satu agenda terbesar organisasinya di Jombang, Muhammadiyah merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membantu. Panitia lokal Muktamar NU juga menyambut positif dukungan itu.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan perbedaan organisasi tidak menghalangi NU dan Muhammadiyah bekerja bersama. Dukungan berupa layanan kesehatan gratis, ambulans, tenaga kesehatan, konsumsi, hingga personel Kokam menjadi wujud kerja sama selama Muktamar NU ke-35 di Jombang.
Editor : Akbar SirinawaSumber : jawapos.com