LombokPost-Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyampaikan keprihatinan atas berbagai bencana alam dan fenomena cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Ia menilai kondisi itu menunjukkan adanya anomali yang perlu mendapat perhatian serius.
Pernyataan itu disampaikan Megawati saat bertemu Presiden Timor Leste José Ramos-Horta di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/8). Megawati menyoroti gempa bumi, banjir bandang, hingga fenomena turunnya salju di kawasan permukiman warga Papua.
"Indonesia pada saat ini sedang berada di dalam sebuah kesedihan karena kami mengalami ada gempa, ada banjir, dan juga yang aneh di suatu tempat di Papua turun salju. Ini betul-betul suatu anomali yang sangat harus diperhatikan oleh kita semua," kata Megawati.
Baca Juga: Megawati Minta MotoGP Mandalika Beri Dampak Ekonomi Nyata
Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu menilai perubahan iklim dan anomali cuaca tidak lagi sebatas persoalan dalam kajian atau prediksi ilmiah. Dampaknya kini telah dirasakan langsung oleh masyarakat.
Megawati juga menyinggung kondisi lapisan es abadi di kawasan Puncak Grasberg, Papua. Berdasarkan temuan tim peneliti BRIN, tutupan salju di kawasan itu terus menyusut seiring peningkatan suhu global.
"Di Indonesia ini ada sebuah keunikan, kami punya gunung namanya Grasberg. Itu tadinya penuh dengan salju, tetapi sekarang makin meleleh," ungkap Megawati.
BRIN telah mengirim tim peneliti ke lokasi untuk memantau perubahan kondisi es. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan pencairan sekaligus mengukur dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
Megawati mengatakan hasil pengamatan menunjukkan kondisi yang patut menjadi perhatian. Pencairan es diperkirakan semakin cepat dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga: Bertemu Dua Jam di Istana Merdeka, Presiden Prabowo Gandeng Tangan Megawati
"Dari kami, Badan Riset dan Inovasi Nasional, kami telah mendatangkan tim ke sana dan ini sangat mengkhawatirkan. Karena dihitung kemungkinan pencairannya akan makin cepat dan mungkin dalam kurang lebih tiga tahunan gunung itu tidak ada es lagi," ucap Megawati dengan nada prihatin.
Menurut Megawati, perubahan kondisi salju di pegunungan Papua menjadi salah satu gambaran nyata dampak pemanasan global. Kondisi itu juga menunjukkan pentingnya penelitian dan pemantauan berkelanjutan untuk memahami perubahan lingkungan yang sedang berlangsung.
Kawasan pegunungan Grasberg juga dikenal sebagai wilayah aktivitas pertambangan tembaga dan emas berskala besar yang dikelola PT Freeport Indonesia. Karena itu, perubahan lingkungan di kawasan tersebut turut menjadi perhatian.
Megawati menekankan berbagai fenomena alam yang terjadi saat ini perlu menjadi bahan refleksi bersama. Perubahan iklim, menurutnya, membutuhkan perhatian melalui riset, kebijakan, dan kerja sama berbagai pihak.
"Perkembangan perubahan iklim harus disikapi dengan serius melalui riset, kebijakan yang tepat, serta kerja sama berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan lingkungan," pungkasnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : jawapos.com