BGN Investigasi Insiden MBG di Sidoarjo, 120 Siswa Masih Diobservasi

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 19:33 WIB
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana di Jakarta, Rabu (2/9). (Istimewa)
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana di Jakarta, Rabu (2/9). (Istimewa)

 

 

LombokPost-Badan Gizi Nasional (BGN) terus mengawal penanganan siswa yang terdampak dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTs dan MA Manbaul Hikam Putat, Tanggulangin, Sidoarjo. Hingga kini, 80 siswa masih menjalani rawat inap.

Berdasarkan data BGN, sebanyak 512 siswa telah mendapatkan penanganan. Dari jumlah itu, 312 siswa sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, 80 siswa masih dirawat, sedangkan 120 siswa berada dalam tahap observasi.

“Yang utama bagi kami saat ini adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak kita. Untuk itu, BGN akan terus mengawal 80 siswa yang masih menjalani rawat inap dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan hingga kondisi mereka kembali sehat dan dapat pulang ke rumah masing-masing,” ujar Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana di Jakarta, Rabu (2/9).

Baca Juga: BGN Siapkan Aktivasi 2.700 Dapur MBG Baru hingga September 2026, Prioritaskan Wilayah 3T

Ketut mengatakan, BGN terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dan pihak terkait untuk memastikan penanganan terhadap para siswa berjalan secara menyeluruh. BGN juga menyampaikan keprihatinan kepada siswa terdampak dan keluarga yang mendampingi mereka.

“BGN menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini. Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam, terutama kepada para siswa yang terdampak dan keluarga yang saat ini mendampingi,” kata Ketut.

Selain menangani siswa, proses investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian masih berlangsung. Pemeriksaan laboratorium juga dilakukan dan hasilnya akan menjadi bagian penting untuk memastikan penyebab insiden secara menyeluruh.

BGN menegaskan penanganan kesehatan siswa tetap menjadi perhatian utama sembari investigasi terus berjalan.

“Kami berharap seluruh siswa yang terdampak dapat segera pulih, kembali berkumpul bersama keluarga, dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Keselamatan dan kesehatan setiap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis adalah prioritas kami,” tutur Ketut.

BGN memastikan penanganan insiden dilakukan secara serius dan tuntas. Keselamatan penerima manfaat serta penguatan pengawasan dalam penyelenggaraan program MBG menjadi perhatian dalam proses penanganan tersebut.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
Manbaul Hikam BGN Makan Bergizi Gratis Sidoarjo keracunan mbg