LombokPost--DUGAAN keracunan makanan bergizi gratis (MBG) tidak hanya terjadi di Sidoarjo.
Kasus serupa muncul di Nganjuk. Rabu (2/9), 47 siswa dan dua guru SMAN 3 Nganjuk mengalami mual, muntah, pusing, dan sakit perut setelah menyantap menu MBG.
Salah seorang siswa, Anisa, mengatakan bahwa makanan tiba di sekolah sekitar pukul 10.00 WIB.
Menu yang dibagikan berupa nasi goreng, ayam suwir, telur dadar, acar, dan semangka.
Menurut Anisa, nasi goreng dan acar yang disantapnya sudah terasa sedikit basi.
Meski demikian, dia tetap mengonsumsi makanan tersebut.
Tak lama kemudian, Anisa mulai merasa mual, pusing, dan sakit perut.
Dia lalu menceritakan kondisinya kepada teman sebangku. Ternyata, sejumlah siswa lain mengalami keluhan serupa.
Baca Juga: MBG Kembali Makan Korban, 592 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG
’’Setelah dapat, beberapa saat itu langsung dimakan. Nasi gorengnya sudah sedikit basi, begitu juga dengan acarnya. Saya tetap makan. Setelah itu mual, pusing, dan sakit perut,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.
Sekitar pukul 14.00 WIB, jumlah siswa yang mengeluhkan sakit bertambah.
Pihak sekolah kemudian membawa mereka ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Nganjuk, RSUD Nganjuk, dan RS Bhayangkara.
Di Puskesmas Nganjuk, para siswa mendapat pertolongan pertama.
Sebagian kondisinya membaik. Namun, beberapa siswa mengalami gejala lebih berat.
Mereka muntah hingga tidak sadarkan diri. Siswa yang kondisinya memburuk kemudian dirujuk ke RSUD Nganjuk dan RS Bhayangkara.
Belasan ambulans dikerahkan untuk mengangkut para siswa dari sekolah menuju fasilitas kesehatan.
Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro mengatakan, Pemkab Nganjuk bergerak cepat menangani kejadian tersebut.
Sekitar pukul 16.00 WIB, dia menjenguk para korban yang dirawat di RSUD Nganjuk. Hingga pukul 16.00 WIB, jumlah korban mencapai 49 orang.
Rinciannya, 47 siswa dan dua guru. ’’Saat ini kami langsung berikan perawatan kesehatan kepada para korban,’’ ujarnya.
Baca Juga: Ekonomi NTB Melejit 7,41 Persen, Smelter dan Konsumsi Rumah Tangga Jadi Motor Utama
Trihandy mengatakan penyebab kejadian tersebut belum dapat dipastikan. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwajib. ’’Tunggu saja hasil pemeriksaannya,’’ tambahnya.
Terpisah, Kapolsek Nganjuk Kota AKBP Jumari mengatakan, polisi masih mendalami dugaan keracunan tersebut. Sejumlah barang bukti telah diamankan untuk diperiksa.
Menurut dia, kesimpulan mengenai penyebab gangguan kesehatan para siswa akan disampaikan setelah pemeriksaan makanan selesai. ’’Kita tunggu hasil pemeriksaan makanan,’’ ujarnya. (wib/tyo/oni/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida