Pemprov Kalteng Antisipasi Dampak Asap Karhutla, Rumah Oksigen Dibuka di Sejumlah Titik

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 20:10 WIB
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Forkominda menyiapkan “Rumah Oksigen” di sejumlah titik dan membagikan masker gratis kepada masyarakat untuk meminimalkan dampak asap terhadap kesehatan warga. (Istimewa)
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Forkominda menyiapkan “Rumah Oksigen” di sejumlah titik dan membagikan masker gratis kepada masyarakat untuk meminimalkan dampak asap terhadap kesehatan warga. (Istimewa)

 

 

LombokPost-Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan “Rumah Oksigen” di sejumlah titik untuk membantu warga yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemprov juga membagikan ribuan masker gratis sebagai langkah meminimalkan gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan, langkah itu terutama ditujukan untuk melindungi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan. Upaya penanganan dilakukan pada Senin (31/8).

“Di saat udara terasa berat, tugas kita adalah memastikan tidak ada satu pun warga yang merasa sendirian. Pemerintah harus hadir, memeluk, dan menjaga,” ujar Gubernur Agustiar Sabran.

Baca Juga: Tambora Segera Dapat Tambahan Anggaran Rp 3,63 miliar Penanganan Karhutla

“Rumah Oksigen” berfungsi sebagai posko kesehatan darurat yang dilengkapi oksigen, nebulizer, tenaga medis, serta ruang istirahat sementara. Fasilitas itu dapat dimanfaatkan warga yang mengalami sesak napas akibat paparan asap.

“Saya tidak ingin ada ibu yang harus menahan tangis karena anaknya batuk sepanjang malam tanpa tempat bernafas lega. Tidak ada kakek-nenek yang harus berjuang sendiri. Silakan datang ke Rumah Oksigen, di sana ada kami, ada tenaga kesehatan, ada oksigen untuk membantu,” ucapnya.

Selain menyiapkan fasilitas kesehatan, Pemprov Kalteng mengerahkan armada untuk membagikan ribuan masker ke sekolah, pasar, terminal, dan permukiman warga. Pembagian melibatkan aparatur sipil negara (ASN), relawan, serta tim kesehatan.

“Kami bagikan masker bukan sekadar simbol. Ini bentuk perlindungan paling dasar. Kalau kita belum bisa menghentikan asap hari ini, minimal kita bisa menjaga paru-paru masyarakat hari ini,” tegas Agustiar.

Baca Juga: Ancaman Karhutla Mengintai, Balai TN Tambora Tutup Jalur Pendakian

Agustiar juga meminta kepala daerah, camat, dan lurah aktif mendata warga yang memiliki penyakit bawaan seperti asma dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Mereka akan menjadi prioritas penerima layanan di Rumah Oksigen dan bantuan kesehatan lanjutan.

“Kami bergerak cepat karena waktu tidak bisa menunggu. Begitu indeks kualitas udara turun, tim kami harus sudah di lapangan. Ini bukan soal birokrasi. Ini soal nyawa,” katanya.

Dalam penanganan dampak karhutla, Pemprov Kalteng berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI-Polri, organisasi masyarakat, serta perguruan tinggi.

Agustiar turut mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara memburuk. Warga juga diminta menggunakan masker dan memperbanyak minum air putih.

“Yang kita jaga adalah napas, juga masa depan anak-anak kita. Saya titip kepada semua, mari kurangi aktivitas di luar rumah, gunakan masker, dan banyak minum air putih,” imbau Gubernur.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dan relawan yang terlibat dalam penanganan dampak karhutla. Mereka dinilai menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Saya tahu ini melelahkan. Tapi percayalah, setiap masker yang kita bagikan, setiap tabung oksigen yang kita siapkan, itu adalah doa dan ikhtiar kita agar masyarakat Kalteng tetap sehat. Kita lewati ini bersama-sama,” pungkasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
karhutla Kalteng Rumah Oksigen Agustiar Sabran asap karhutla Pemprov Kalimantan Tengah