Presiden Prabowo Siapkan Giuseppe Garibaldi Jadi Kapal Induk Helikopter untuk Penanganan Bencana

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 05:19 WIB
Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto.

 

 

LombokPost-Presiden Prabowo Subianto memutuskan kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan masuk jajaran TNI Angkatan Laut dijadikan pangkalan helikopter dan drone. Kapal itu akan difokuskan untuk memperkuat penanganan bencana alam, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang diterima dari Angkatan Laut Italia melalui skema hibah tersebut dinilai dapat meningkatkan kemampuan pemerintah dalam menghadapi berbagai bencana. Prabowo tidak ingin kapal itu hanya difungsikan sebagai alat tempur konvensional.

”Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran TNI Angkatan Laut, itu kita akan ubah menjadi kapal induk helikopter, untuk drone,” ucap Prabowo dalam Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam di Istana Merdeka, Senin (7/9).

Baca Juga: Pilot TNI AU Latihan Take Off-Landing untuk Operasi di Kapal Induk Garibaldi

Prabowo menjelaskan, kapal itu memiliki kapasitas untuk menampung dan mengangkut hingga 10 helikopter kelas menengah. Helikopter dengan kapasitas angkut air beberapa ton dapat dikerahkan dari atas kapal untuk membantu pemadaman karhutla.

”Dan itu kemampuannya untuk bisa menampung 10 helikopter kelas menengah, saya kira sejeni Black Hawk, Mi-17. Rata-rata bisa angkut 4-5 ton air,” jelasnya.

Dengan kemampuan tersebut, Prabowo meyakini penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat. Kapal induk bisa bergerak menuju wilayah dengan titik api paling banyak dengan membawa helikopter yang kemudian menjalankan operasi pemadaman dari atas kapal.

Selain helikopter, pemerintah juga akan mengembangkan penggunaan drone berukuran besar yang mampu membawa dan menjatuhkan air. Teknologi itu dinilai dapat ditempatkan di wilayah terdepan untuk memberikan respons awal sebelum bantuan dalam skala lebih besar tiba.

”Selanjutnya kita harus mengadakan drone yang bisa melempar air, ada drone besar sampai bisa angkut dan lempar air. Kalau ada di tempat terdepan lebih baik,” ucap presiden.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan peran dan fungsi Giuseppe Garibaldi akan disesuaikan dengan doktrin Perisai Trisula Nusantara TNI.

”Untuk Garibaldi rencananya akan dioperasionalkan berfokus kepada Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti bantuan kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam,” terang dia pada Selasa (25/8).

Dalam operasional kapal tersebut, TNI AL juga akan melibatkan TNI AD dan TNI AU, khususnya para penerbang helikopter dari Angkatan Darat dan Angkatan Udara.

Giuseppe Garibaldi dapat digunakan sebagai tempat lepas landas dan pendaratan helikopter TNI AD maupun TNI AU. Tunggul mengatakan latihan untuk mendukung pengoperasian lintas matra itu telah dilakukan.

”Pelaksanaan giat take off landing akan melibatkan alutsista dari tri matra dan hal tersebut sudah pernah dilaksanakan pelatihan di Puspenerbal Juanda. Saat ini juga sedang dilaksanakan giat refreshing take off-landing tri matra, khususnya bagi pilot TNI AU dan TNI AD,” bebernya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
Giuseppe Garibaldi kapal induk helikopter penanggulangan bencana Prabowo Subianto TNI AL