lombokpost -Kesempatan menunaikan ibadah umrah yang semula menjadi milik Sukriadi akhirnya dilanjutkan sang istri, Endang Jayanti. Mitra Pengemudi Grab asal Makassar itu berpulang sebelum sempat berangkat ke Tanah Suci.
“Saya sangat bersyukur dan terharu bisa melanjutkan kesempatan yang sebelumnya diperoleh almarhum suami saya. Semoga perjalanan ini juga menjadi jalan untuk membawa doa dan niat baik yang sebelumnya kami simpan bersama,” ujar Endang.
Endang menjadi satu dari 105 Mitra Pengemudi Grab dari berbagai daerah di Indonesia yang diberangkatkan menunaikan ibadah umrah melalui Program BERKAH (Berangkat Umrah).
Baca Juga: Grab Resmi Meluncurkan GrabAcademy, Buka Lima Jalur 'Mitra Naik Kelas'
Rombongan dijadwalkan bertolak menuju Madinah pada 13 September 2026 dan menjalankan rangkaian ibadah hingga 22 September 2026.
“Yang membuat BERKAH terasa begitu istimewa bagi kami adalah cerita di balik setiap nama. Masing-masing datang membawa harapan yang berbeda,” kata CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi.
Grab memutuskan tidak mengalihkan kesempatan umrah yang sebelumnya diperoleh Sukriadi kepada penerima lain.
Perusahaan justru mengajak Endang melanjutkan perjalanan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap kesempatan yang telah diperoleh almarhum suaminya.
Dari total 105 jamaah, 100 orang merupakan penerima Program BERKAH 2026. Lima jamaah lainnya adalah Mitra Pengemudi yang sebelumnya telah menerima apresiasi serupa dan kembali diberangkatkan dalam rombongan tahun ini.
“Bagi saya, para Mitra Pengemudi adalah partner yang setiap hari memegang amanah besar, mengantarkan orang lain sampai ke tujuan dengan selamat. Karena itu, saya senang melihat Grab kembali membuka kesempatan bagi para Mitra untuk menunaikan ibadah umrah,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Baca Juga: Astra Motor NTB Edukasi Keselamatan Berkendara kepada Mitra Grab
Dudy menyampaikan pesan tersebut dalam pelepasan rombongan Jakarta di kantor Grab Indonesia, 11 September 2026. Dia berharap perjalanan tersebut menjadi ladang kebaikan bagi para Mitra, keluarga, dan orang-orang di sekitar mereka.
Para jamaah berasal dari berbagai kota, antara lain Jakarta, Makassar, Medan, Kendari, Cirebon, Semarang, Surabaya, dan Manado. Sebelum keberangkatan, seluruh jamaah mengikuti kegiatan pelepasan dan manasik di Jakarta pada 12 September 2026.
“Perjalanan umrah memiliki makna yang sangat mendalam bagi setiap umat Muslim. Perjalanan ini bukan hanya menjadi kesempatan untuk menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi momen untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memanjatkan doa,” ujar Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf.
Baca Juga: Diego Moreira the Best, Yunus Musah the Beast, AC Milan Dapat Pelajaran Berharga
Dalam kegiatan tersebut, Irfan Yusuf mendoakan seluruh jamaah diberikan kesehatan, kemudahan, dan kekuatan selama berada di Tanah Suci. Dia juga menitipkan pesan agar para jamaah turut mendoakan bangsa dan negara selama menjalankan ibadah umrah.
Program BERKAH berlangsung pada 1 April hingga 15 Mei 2026 dan terbuka bagi Mitra Pengemudi roda dua maupun roda empat yang memenuhi ketentuan. Penilaian mempertimbangkan sejumlah indikator aktivitas yang disesuaikan dengan karakteristik operasional di masing-masing wilayah.
“Pada akhirnya, yang kita harapkan adalah terciptanya ruang bagi semua pihak dalam ekosistem untuk terus bertumbuh bersama, saling mendukung, dan memberi manfaat satu sama lain,” lanjut Dudy.
Baca Juga: Dinas PUPRPKP NTB Dominasi Temuan BPK, Tunggakan Capai Rp 5 Miliar
Sebanyak 100 Mitra Pengemudi ditetapkan sebagai penerima Program BERKAH pada 26 Mei 2026. Mereka kemudian bergabung dengan lima Mitra yang sebelumnya memperoleh kesempatan serupa pada Februari 2026.
Bukan Sekadar Perjalanan Umrah
Di balik perjalanan tersebut, terdapat cerita lain yang memperlihatkan keberagaman latar belakang para Mitra.
Salah satunya Fika Chasasmeta, Mitra Pengemudi perempuan asal Jakarta yang aktif mendampingi teman-teman Tuli dan membangun ruang kebersamaan bagi komunitas tersebut.
Baca Juga: Diarahkan Kemendagri, Pemprov NTB Siapkan Pergub Pengendalian Karhutla
“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan ini. Bagi saya, perjalanan ini bukan hanya tentang menunaikan ibadah umrah, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus membawa manfaat bagi orang-orang di sekitar saya,” ujar Fika.
Fika berharap sepulang dari Tanah Suci dirinya dapat kembali mendampingi teman-teman Tuli dan berbagi lebih banyak kebaikan bersama komunitas. Kisahnya menjadi salah satu gambaran bahwa Program BERKAH tidak hanya diikuti Mitra dengan latar belakang yang sama.
“Saya benar-benar tidak menyangka bisa mendapat kesempatan umrah lewat Program BERKAH. Ternyata, saya yang masih baru pun punya kesempatan yang sama,” kata Teguh Amboro.
Baca Juga: Air Kembali Mengalir di Gili Trawangan tapi Izin TCN Masih Jadi PR
Mitra Pengemudi GrabCar asal Banyumas tersebut baru bergabung pada awal 2026. Terpilih sebagai penerima Program BERKAH membuat Teguh mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci hanya beberapa bulan setelah menjadi Mitra.
Tahun ini, Grab juga memberangkatkan Mitra perempuan dan Mitra dengan disabilitas dari berbagai wilayah Indonesia. Keberagaman tersebut menjadi bagian dari cerita 105 Mitra yang membawa harapan dan doa masing-masing menuju Tanah Suci.
“Kami bersyukur dapat mengantarkan Mitra dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Mitra perempuan dan Mitra dengan disabilitas. Semoga mereka dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan khusyuk, lalu kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat,” ujar Neneng.
Baca Juga: Kerap Banyak Catatan Jelang Motogp Mandalika, Pergub Harga Akomodasi NTB Dikaji Ulang
Program BERKAH merupakan bagian dari komitmen Grab untuk mendampingi Mitra dalam berbagai tahap kehidupan. Melalui program tersebut, Grab berupaya menghadirkan apresiasi, perlindungan, dan pengembangan yang relevan dengan kebutuhan Mitra.
Bagi Endang, perjalanan ini tentu memiliki makna yang berbeda. Dia tidak hanya membawa doa untuk dirinya dan keluarga, tetapi juga meneruskan kesempatan yang pernah menjadi bagian dari harapan bersama almarhum suaminya.
Sebanyak 105 jamaah akan mengunjungi Madinah dan Makkah selama rangkaian perjalanan umrah. Mereka didampingi muthawif dan tim perjalanan yang ditunjuk Grab Indonesia hingga kembali ke Tanah Air. (***)
Editor : Elvira Bunga