Suahasil Nazara Gantikan Purbaya, Janji Jaga Kredibilitas APBN

Alfian Yusni • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 16:34 WIB
Penunjukan Suahasil sekaligus menandai perpindahan posisi dari wakil menjadi menteri di kementerian yang sudah lama dikenalnya. (ist)
Penunjukan Suahasil sekaligus menandai perpindahan posisi dari wakil menjadi menteri di kementerian yang sudah lama dikenalnya. (ist)

lombokpost - Suahasil Nazara resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.

Wakil Menteri Keuangan tersebut dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/9). 

Usai dilantik, Suahasil langsung menyampaikan pesan terkait arah kebijakan fiskal pemerintah. Ia menegaskan pentingnya menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk mempertahankan defisit di bawah batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Baca Juga: Alexander Zverev Salip Jannik Sinner di Puncak Live Race Usai Juara US Open

“Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel,” kata Suahasil seusai pelantikan.

Suahasil juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi pemerintah kepada publik. APBN, kata dia, tetap harus diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Pergantian Menteri Keuangan tersebut berlangsung mendadak. Sebelum pelantikan, Suahasil tiba di Istana Kepresidenan setelah mendapat panggilan dari pihak Istana.

Baca Juga: Widyaiswara dan Masa Depan ASN: Dari Jamnas WI di NTB, Inovasi Jadi Kekuatan Birokrasi

Penunjukan Suahasil sekaligus menandai perpindahan posisi dari wakil menjadi menteri di kementerian yang sudah lama dikenalnya.

Ia telah mendampingi Menteri Keuangan sejak 2019 dan kembali dipercaya sebagai Wamenkeu pada pemerintahan Presiden Prabowo.

Suahasil bukan nama baru dalam perumusan kebijakan fiskal. Ia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan. Posisi tersebut dikukuhkan secara definitif pada 31 Oktober 2016.

Baca Juga: Loris Capirossi Resmi Jadi Legenda MotoGP

Kariernya di Kementerian Keuangan kemudian berlanjut ketika ia dipercaya sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 25 Oktober 2019 dalam Kabinet Indonesia Maju.

Sebagai Wamenkeu, Suahasil mendampingi Menteri Keuangan dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan fiskal nasional.

Jabatan tersebut kembali dipercayakan kepadanya pada pemerintahan Prabowo. Suahasil dilantik kembali sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih pada 21 Oktober 2024.

Baca Juga: Operasi STA-MCA Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi NTB

Pengalaman tersebut menjadi modal Suahasil menghadapi sejumlah persoalan fiskal yang kini menunggu di meja kerjanya.

Salah satunya menjaga disiplin anggaran ketika pemerintah tetap harus membiayai berbagai program prioritas.

Perubahan posisi Menteri Keuangan juga terjadi ketika arah kebijakan fiskal Indonesia mendapat perhatian investor.

Baca Juga: Kemenkeu Siapkan Rp 31,1 Triliun untuk P3K Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Selama masa jabatan Purbaya muncul kekhawatiran terkait pelemahan rupiah, peningkatan defisit fiskal, serta ketegangan dengan bank sentral mengenai kebijakan likuiditas.

Polemik mengenai rencana kontribusi Danantara ke kas negara juga menjadi salah satu isu yang muncul menjelang pergantian Menteri Keuangan.

Purbaya sebelumnya menyebut Danantara akan menyetorkan sekitar Rp120 triliun dari keuntungan yang dikelolanya kepada negara. Dana tersebut direncanakan masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tunda Pajak Marketplace 0,5 Persen karena Daya Beli Belum Kuat

Purbaya menyebut dana Rp120 triliun tersebut akan menjadi cadangan atau fiscal buffer, bukan semata-mata untuk menutup defisit.

Ia mengatakan keputusan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo dan pelaksanaannya menunggu kesiapan Danantara.

Sementara itu, sejumlah pemberitaan juga menyoroti adanya perbedaan pandangan mengenai rencana tersebut.

Baca Juga: Film Ibuku (My Mother) Karya Eddie Cahyono Masuk Kompetisi Utama Busan International Film Festival

Pernyataan Purbaya mengenai kontribusi Rp120 triliun kemudian bertentangan dengan keterangan dari pihak Danantara, sehingga menambah perhatian pasar terhadap konsistensi kebijakan fiskal pemerintah.

Di tengah situasi tersebut, Suahasil kini harus melanjutkan pengelolaan APBN sekaligus menjaga kepercayaan terhadap kebijakan fiskal pemerintah.

Komitmennya untuk mempertahankan defisit di bawah 3 persen menjadi salah satu pesan pertama setelah resmi menduduki kursi Menteri Keuangan.

Baca Juga: Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan usai Tantri Terpapar Gas Menyengat

Secara akademik, Suahasil merupakan ekonom yang lama berkecimpung di bidang kebijakan publik.

Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1994, kemudian menyelesaikan pendidikan magister di Cornell University pada 1997 dan doktor ekonomi di University of Illinois Urbana-Champaign pada 2003.

Sebelum masuk lebih jauh ke pemerintahan, Suahasil juga berkarier sebagai dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak 1999 dan meraih gelar profesor di bidang ilmu ekonomi pada 2009.

Sementara itu, Purbaya sebelumnya dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

Masa jabatannya berakhir setelah Presiden Prabowo melakukan reshuffle kabinet pada 14 September 2026. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
Sumber : berbagai sumber
Suahasil Nazara menteri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa reshuffle