Sudah Tujuh Hari Hilang, Operasi SAR 5 Jurnalis dan 3 Kru Diperpanjang

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 07:35 WIB
Sejumlah jurnalis foto yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar doa bersama dan menyalakan lilin di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (11/09/2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)
Sejumlah jurnalis foto yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar doa bersama dan menyalakan lilin di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (11/09/2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

 

LombokPost-Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak diperpanjang selama tiga hari. Keputusan diambil setelah Tim SAR Gabungan melakukan evaluasi pada Senin malam (14/9), setelah tujuh hari pencarian belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang itu.

Kedelapan orang tersebut hilang kontak sejak Senin (7/9). Sejak hari pertama, pencarian dilakukan melalui laut, udara, dan darat dengan area yang terus diperluas dari Selat Sunda dan sekitar Gunung Anak Krakatau hingga Samudera Hindia.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan hasil pencarian hingga hari ketujuh masih nihil.

”Hasil operasi SAR yang hari ketujuh pada hari ini, yang kami laksanakan hingga saat ini masih nihil. Dan hasil rapat koordinasi tadi disampaikan oleh Pak Gubernur (Banten Andra Soni), kami akan lanjutkan pencarian selama 3 hari,” kata Al Amrad kepada awak media.

Baca Juga: Pencarian Berlanjut, Tim SAR Belum Temukan Rombongan Jurnalis di Perairan Anak Krakatau

Delapan orang yang masih dicari adalah Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai guide.

Lima lainnya merupakan jurnalis. Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas (28) dari Antara, Ari Basuki (52) dari Merdeka, Yudhis (43) dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, dan Donal (51) sebagai jurnalis pekerja lepas.

Al Amrad mengatakan metode pencarian dalam tiga hari tambahan tetap menggunakan kapal dan pemantauan udara. Pelaksanaannya akan menyesuaikan kondisi cuaca.

”Tetap, (dalam operasi SAR 3 hari ke depan) kami menggunakan metode menggunakan kapal, termasuk juga pemantauan melalui udara. Semua itu tergantung nanti kondisi cuaca,” imbuhnya.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan operasi SAR diperpanjang karena hingga hari ketujuh seluruh korban belum ditemukan. Menurut dia, perpanjangan operasi dapat dilakukan dengan sejumlah pertimbangan, termasuk permintaan keluarga dan pemerintah daerah.

”Salah satunya atas permintaan keluarga dan juga permintaan dari pemerintah daerah setempat. Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami memohon dan meminta kepada Basarnas, juga meminta dukungan dari Polda Banten dalam hal ini Polair, juga kepada Lanal Banten, dan seluruh stakeholders yang ada di Provinsi Banten untuk kiranya dapat melanjutkan operasi ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” terang dia.

Baca Juga: Tiga Kapal Perang TNI AL Dikerahkan Cari Jurnalis yang Hilang Kontak

Andra menegaskan operasi SAR tetap difokuskan untuk menemukan lima jurnalis dan tiga kru speedboat. Tim juga akan memverifikasi setiap temuan, baik di Selat Sunda maupun daerah lain.

Termasuk temuan jenazah di Bengkulu yang saat ini masih dalam proses identifikasi oleh jajaran Polda Bengkulu.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
jurnalis hilang Speedboat Hilang operasi SAR basarnas selat sunda