LombokPost--Mia Melinda perlahan turun dari Helikopter HR 3601. Tim Basarnas langsung memapah perempuan 28 tahun itu.
Mia tampak pucat dan lemas. Petugas medis kemudian membaringkannya di bed trolley.
Mia merupakan penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa, Ahad (13/9) dini hari.
Warga Kendal itu sempat terombang-ambing di laut selama berjam-jam sebelum ditemukan tim SAR.
Mia dievakuasi menggunakan Helikopter HR 3601 dan langsung dirujuk ke RS Lanud Syamsudin Noor untuk mendapatkan penanganan medis.
Dengan ditemukannya Mia, jumlah korban selamat bertambah menjadi 109 orang.
Sementara itu, masih ada 128 penumpang dan kru yang belum ditemukan. Kepala Basarnas Laksamana Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, pencarian 128 korban menjadi fokus utama operasi SAR hari kedua.
"Operasi SAR lanjutan kami fokuskan pada pencarian dan pertolongan terhadap 128 orang yang masih berstatus dalam pencarian," terangnya.
Baca Juga: DPR Minta Pemeriksaan Kapal Diperketat usai Insiden KMP Virgo Transport 8
Tantangan utama pencarian adalah kondisi laut. Gelombang tinggi menyulitkan jarak pandang dan pergerakan kapal saat melakukan penyisiran.
"Faktor penghambat utama di lapangan saat ini adalah gelombang tinggi yang sangat menyulitkan jarak pandang visual maupun pergerakan kapal-kapal penyapu di atas permukaan laut," ungkap Syafii.
Sejumlah kapal SAR dan kapal perang TNI-AL dikerahkan untuk memperluas area pencarian.
Selain unsur SAR dan TNI, sejumlah kapal sipil turut membantu operasi.
MV Haida tercatat membawa 69 penyintas, sedangkan MT Mauhaw IX juga terlibat dalam proses penyelamatan korban.
"Sinergi maritim sangat krusial. Armada sipil seperti MV Haida yang membawa 69 penyintas dan MT Mauhaw IX telah membuktikan bahwa aksi cepat di laut bisa menyelamatkan banyak nyawa pada fase kritis," tutur Syafii.
Di darat, sejumlah ambulans disiagakan untuk menangani korban yang berhasil dievakuasi.
Ambulans dari Dikes Kota Banjarmasin, RS Ulin, dan RS Sultan Suriansyah bersiaga di pelabuhan.
Sementara itu, pemutakhiran data manifes dan identitas korban terus dilakukan di Posko Nasional Basarnas.
Dari total 243 penumpang dan kru, sebanyak 109 orang dinyatakan selamat, enam meninggal dunia, dan 128 orang masih dalam pencarian.
Baca Juga: Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa, 140 Orang Masih Dicari
Terkait penyebab kecelakaan, Basarnas menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Operasi pencarian masih terus dilakukan dengan memperluas area penyisiran.
Tim SAR berharap seluruh korban yang masih hilang segera ditemukan.
Penyebab Kecelakaan Tunggu KNKT
Kantor operator KMP Virgo Transport 8 di Jalan Perak Barat mulai ramai Senin (14/9) pagi.
Posko pengaduan dan pelayanan darurat disiapkan untuk memfasilitasi keluarga korban dan penyintas.
PT Virgo Karya Shipping menyatakan seluruh kru, penumpang, sopir, kernet, hingga kendaraan yang terdampak insiden di Laut Jawa mendapat perlindungan asuransi.
General Manager (GM) PT Virgo Karya Shipping Yoel Rihi mengatakan, proses evakuasi dan penanganan korban selamat saat ini dilakukan di Banjarmasin.
Sejumlah korban dirujuk ke RSUD Ulin dan RS PTP.
"Seluruh kru, penumpang kelas, sopir, kernet, hingga penumpang jalan kaki ter-cover asuransi dari Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putra, termasuk perlindungan BPJS dan ganti rugi kendaraan," kata Yoel saat ditemui di kantornya di Jalan Perak Barat, Senin (14/9).
Baca Juga: Tiga Kapal Perang TNI AL Dikerahkan Cari Jurnalis yang Hilang Kontak
Terkait informasi di media sosial mengenai usia armada, Yoel membantah kapal tersebut tidak laik berlayar karena faktor usia.
Dia mengatakan kondisi kapal tidak dapat dinilai hanya berdasarkan usia.
Menurut Yoel, komponen mesin, ketebalan pelat, dan perangkat kapal diperiksa serta diperbarui sesuai regulasi.
Dia menyebut kapal tersebut baru menyelesaikan perbaikan dan perawatan menyeluruh pada Februari 2026.
"Kondisi teknis armada kami sudah siap beroperasi dan berlayar. Proses berlayar juga sudah rutin," ungkapnya.
Yoel juga menyebut KMP Virgo Transport 8 telah mengantongi Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan sertifikat kelaiklautan dari otoritas pelabuhan.
Dokumen tersebut, menurut dia, menjadi dasar kapal diperbolehkan berlayar.
Terkait jumlah penumpang, Yoel memastikan data manifes internal perusahaan sesuai dengan catatan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Basarnas.
Total person on board tercatat 243 orang. Rinciannya terdiri atas 30 kru kapal, 60 penumpang umum, 124 sopir dan kernet, serta 29 orang nonkru, termasuk petugas katering dan tim hiburan.
"Keseluruhan itu jumlahnya 243 orang. Sesuai," tegasnya.
Baca Juga: Pengadaan Kapal Selam Scorpene Butuh Waktu 7–8 Tahun, TNI AL Siapkan Kekuatan Pengganti
Sementara itu, terkait dugaan penyebab kecelakaan, Yoel memilih tidak berspekulasi.
Informasi awal menyebut kapal menghadapi gelombang laut setinggi 1,5–2,5 meter pada Minggu (13/9) dini hari.
"(Kebocoran) itu tidak ada. Kami serahkan sepenuhnya ke KNKT," jelasnya.
Manajemen PT Virgo Karya Shipping kini fokus mendampingi para penyintas.
Pendampingan mencakup pemulihan kondisi fisik dan psikologis korban.
"Kami rutin komunikasi dengan tim yang di kantor pusat dan tim gabungan di Banjarmasin," sambungnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Jawa Pos