Telantarkan Jemaah Umrah di Arab Saudi, Kemenhaj Blokir Akses Travel asal Jombang

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 22:25 WIB
IBADAH: Suasana khidmat menyelimuti ribuan jamaah umrah saat memanjatkan doa di depan Ka
IBADAH: Suasana khidmat menyelimuti ribuan jamaah umrah saat memanjatkan doa di depan Ka'bah, Tanah Suci Mekah, beberapa waktu lalu.

LombokPost— Kasus penelantaran jemaah umrah di Arab Saudi kembali marak. Tidak hanya puluhan jemaah umrah asal Jombang, Jawa Timur, yang telantar di Arab Saudi, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga menemukan hampir 4.000 calon jemaah tercatat melalui PT Annisa Ahmada Travelindo.

Atas temuan tersebut, Kemenhaj mengambil tindakan tegas dengan memblokir akses Sistem Komputerisasi Pengawasan Rumah Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) milik travel tersebut. Pemblokiran resmi berlaku sejak Kamis (17/9/2026).

Dikutip dari Jawa Pos Radar Jombang, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) KH Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa pemerintah masih menunggu proses pemeriksaan hukum sebelum mengambil keputusan terkait pencabutan izin operasional secara permanen.

Pada Kamis (17/9/2026) siang, pria yang akrab disapa Gus Irfan itu sempat mendatangi langsung kantor pusat travel tersebut di Jalan KH Wahid Hasyim, Jombang, sekitar pukul 14.00–14.30 WIB.

“Ternyata kantornya tutup, digembok,” katanya.

Kronologi Permasalahan dan Tiket Kepulangan

Perhatian Kemenhaj terhadap biro perjalanan tersebut mencuat setelah muncul sejumlah persoalan teknis yang dialami jemaah. Salah satu kendala jadwal terjadi pada awal bulan ini, ketika sekitar 200 calon jemaah umrah yang dikoordinasikan KBIHU Muslimat Jombang telah berkumpul di Masjid Agung Baitul Mukminin, Alun-Alun Jombang.

Namun, keberangkatan mereka tidak terlaksana sesuai jadwal. Persoalan berlanjut setelah jemaah tiba di Arab Saudi, di mana sebagian jemaah belum mendapatkan tiket kepulangan serta menghadapi kendala fasilitas akomodasi.

Gus Irfan menyebutkan, sebanyak 53 jemaah akhirnya pulang pada Rabu (16/9/2026) menggunakan tiket yang dibeli dengan uang pribadi. Kemudian, pada Kamis (17/9/2026) pagi, sebanyak 29 jemaah kembali diberangkatkan pulang dengan kondisi serupa.

Kerugian Capai Ratusan Miliar Rupiah

Skala persoalan yang dihadapi travel ini tergolong sangat besar dan berpotensi merugikan ribuan jemaah lainnya yang sudah memandatkan dana keberangkatan.

Skala persoalannya, lanjut Gus Irfan, sangat serius. “Laporan yang masuk sementara ke kami ada hampir 4.000 calon jemaah umrah yang terdaftar di travel ini. Jika kita asumsikan semua rata-rata membayar Rp 30 juta, itu artinya Rp 120 miliar yang harus dipertanggungjawabkan oleh travel ini,” jelasnya.

Meta Deskripsi (140 Karakter): Kemenhaj blokir akses SISKOPATUH travel asal Jombang usai telantarkan puluhan jemaah di Saudi. Kerugian ditaksir capai Rp 120 miliar.

Editor : Redaksi Lombok Post
Haji umroh Kemenhaj