Tim Penyelam Basarnas Evakuasi 1 Jenazah dari Bangkai KM Virgo, 125 Korban Masih Dicari

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 23:51 WIB
Kapal Virgo Transport 8 ditemukan mengapung dalam kondisi terbalik di Laut Jawa, melalui pantauan Helikopter Dauphin HR-3601. (Instagram @kantorsar_banjarmasin)
Kapal Virgo Transport 8 ditemukan mengapung dalam kondisi terbalik di Laut Jawa, melalui pantauan Helikopter Dauphin HR-3601. (Instagram @kantorsar_banjarmasin)

LombokPost— Tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) bersama tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban meninggal dunia akibat kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (20/9/2026). Korban berhasil dievakuasi dari dalam bagian bodi kapal yang tenggelam di dasar laut.

Proses pemindahan jenazah dilakukan secara berantai. Korban terlebih dahulu dibawa menuju KN SAR Kamajaya pada pukul 15.15 WITA menggunakan sekoci. Selanjutnya, pada pukul 16.22 WITA, Helikopter HR 3601 milik Basarnas mengangkut jenazah dari KN SAR Kamajaya menuju Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, guna proses penanganan medis lebih lanjut.

Hingga pukul 17.30 WITA, identitas jenazah tersebut masih menunggu proses identifikasi resmi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Penemuan ini menambah daftar korban jiwa yang telah dievakuasi. Sebelumnya, pada Jumat (18/9/2026), tim penyelam TNI AL juga telah mengevakuasi tiga jenazah korban dari area sekitar bangkai kapal.

Dengan ditemukannya satu jenazah baru, akumulasi korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi mencapai 10 orang. Sementara itu, sebanyak 125 orang penumpang lainnya dinyatakan masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Operasi Penyelaman Risiko Tinggi

Dalam operasi evakuasi terbaru, tim SAR menerjunkan enam personel penyelam BSG untuk menyisir interior kapal. Kepala Basarnas Laksamana Madya TNI M Syafii menjelaskan bahwa pengerahan tim penyelam dilakukan berdasarkan indikasi keberadaan korban di dalam ruangan kapal.

“Keputusan itu kami ambil mengingat dugaan kuat masih adanya korban yang terperangkap di balik sekat-sekat kapal nahas tersebut,” kata Syafii.

Pelaksanaan operasi bawah laut tersebut dikawal oleh KN SAR Kamajaya yang melakukan penyisiran sekaligus berlabuh jangkar di titik koordinat lokasi tenggelamnya kapal. Operasi ini menghadapi tantangan ekstrem seperti tingkat jarak pandang nol di dasar laut hingga risiko puing-puing kapal yang membahayakan keselamatan penyelam.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo Nur Sasongko memaparkan kondisi teknis evakuasi saat mengangkat tiga jenazah pada Jumat lalu.

“Proses evakuasi mengharuskan para penyelam memecahkan kaca KM Virgo Transport 8 untuk menjangkau ketiga korban. Bangkai kapal berada di kedalaman sekitar 29 meter dan beberapa bagian kapal berada pada kedalaman sekitar 20 hingga 24 meter,” kata Yudhi.

Identifikasi Tiga Jenazah Korban

Sementara itu, Tim DVI Polda Kalimantan Selatan telah menyelesaikan proses identifikasi terhadap tiga jenazah yang dievakuasi sebelumnya. Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes dr Much Sofwan mengonfirmasi bahwa seluruh korban merupakan warga Kalimantan Selatan.

Ketiga korban teridentifikasi atas nama Surya (59), warga Kabupaten Tapin; Yuli (29), warga Kota Banjarmasin; serta Muhammad Abdiannoor (30), yang juga merupakan warga Kota Banjarmasin.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Jawa Pos
KM Virgo Transport 8 kapal basarnas