Kinerja GMFI Menguat pada Semester I 2026, Pendapatan Catat Rekor USD 270,29 Juta

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 23:57 WIB
Suntikan dana dari Danantara ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelamatkan dan mengembangkan Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia. (istimewa)
Suntikan dana dari Danantara ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelamatkan dan mengembangkan Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia. (istimewa)

LombokPost— PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membukukan penguatan kinerja keuangan dan operasional yang signifikan sepanjang semester I 2026. Anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) tersebut mencatatkan pendapatan sebesar USD 270,29 juta hingga 30 Juni 2026.

Capaian pendapatan tersebut melonjak 51 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar USD 178,96 juta.

Pertumbuhan pendapatan tersebut berbanding lurus dengan peningkatan profitabilitas perseroan. EBITDA GMFI tercatat mencapai USD 34,82 juta, atau tumbuh 39,1 persen secara tahunan (year-on-year). Sementara itu, laba berjalan perseroan berhasil menyentuh angka USD 10,81 juta.

Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi menjelaskan, pendorong utama peningkatan pendapatan perseroan berasal dari tingginya aktivitas bisnis yang diimbangi dengan penerapan efisiensi operasional secara konsisten. Kontribusi terbesar disumbang oleh segmen pemeliharaan airframe, mesin, dan komponen (Airframe, Engine, and Component/TMB), baik dari Garuda Indonesia Group maupun pelanggan non-grup.

“Khususnya yang berkaitan dengan reaktivasi pesawat pada segmen airframe dan pekerjaan engine overhaul milik defense pada segmen engine,” ujar Andi di Jakarta, Minggu (20/9/2026).

Peningkatan Aktivitas MRO dan Ekspansi Internasional

Sepanjang paruh pertama tahun 2026, GMFI mencatatkan peningkatan intensitas aktivitas pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan menyeluruh (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO). Di tingkat domestik, perseroan berhasil merampungkan reaktivasi dua unit pesawat Airbus A320 dan satu unit pesawat ATR milik maskapai Citilink.

Di pasar internasional, GMFI terus memperluas jangkauan layanannya dengan menyelesaikan pemeliharaan pesawat K-Mile Air serta Boeing 747 milik Pecotox Air, di samping memberikan dukungan teknis untuk penerbangan perdana T'way Air.

Guna memperkuat ekspansi bisnis, GMFI juga mengantongi sertifikasi AS9100D dari lembaga sertifikasi SIRIM QAS International, Malaysia.

”Sertifikasi tersebut merupakan standar sistem manajemen mutu untuk industri aviasi, antariksa, dan pertahanan,” kata Andi.

Pulih dari Defisiensi Modal

Pemulihan kinerja operasional turut memperbaiki struktur posisi keuangan perseroan. Per 30 Juni 2026, total ekuitas GMFI tercatat positif sebesar USD 144,62 juta. Angka ini berbalik dari posisi defisiensi modal sebesar USD 248,99 juta pada periode yang sama tahun lalu.

”Seiring dengan semakin matangnya berbagai rencana ekspansi dan pengembangan bisnis yang tengah dipersiapkan, GMF optimistis untuk terus memperkuat kapabilitas dan menjaga efisiensi operasional untuk pertumbuhan yang semakin berkelanjutan,” pungkasnya.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Jawa Pos
GMFI garuda Garuda Indoneesia penerbangan pesawat