Titik Panas di Riau Meningkat Jadi 12 Hotspot, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 00:01 WIB
Personel Polda Riau melakukan pemadaman di kawasan karhutla. (Istimewa)
Personel Polda Riau melakukan pemadaman di kawasan karhutla. (Istimewa)

LombokPost — Jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Provinsi Riau kembali mengalami peningkatan menjadi 12 titik pada Minggu (20/9/2026) petang, setelah sebelumnya sempat menurun hingga berada di angka tiga titik.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru, peningkatan tersebut terjadi di tengah sebaran hotspot yang masih tergolong tinggi di wilayah Pulau Sumatera.

Forecaster on duty BMKG Pekanbaru, Anggun R, menyampaikan bahwa secara akumulatif total titik panas yang terpantau di Pulau Sumatera mencapai 1.546 hotspot. Wilayah Sumatera Selatan mencatatkan sebaran terbanyak dengan dominasi hingga 1.097 titik.

Selain Sumatera Selatan, sebaran titik panas di Pulau Sumatera juga terdeteksi di beberapa wilayah lain, yakni Provinsi Bangka Belitung sebanyak 174 titik, Provinsi Jambi 163 titik, dan Lampung 84 titik. Selanjutnya, Kepulauan Riau mencatatkan 10 titik panas, sedangkan Bengkulu dan Sumatera Utara masing-masing terpantau memiliki tiga titik panas.

Distribusi Titik Panas dan Penurunan Jarak Pandang di Riau

Untuk wilayah Riau, sebanyak 12 titik panas yang terdeteksi tersebar secara merata di enam kabupaten dan kota.

Rincian sebarannya meliputi tiga titik panas di Kabupaten Pelalawan, tiga titik di Kabupaten Indragiri Hulu, dan tiga titik di Kabupaten Indragiri Hilir. Sementara itu, Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, serta Kabupaten Rokan Hulu masing-masing mencatatkan satu titik panas.

Peningkatan titik panas tersebut memicu munculnya fenomena kabut asap yang berdampak pada penurunan mutu udara serta tingkat jarak pandang (visibility). Berdasarkan pembaruan data jarak pandang BMKG pada pukul 16.00 WIB, jarak pandang di Kota Pekanbaru berkurang menjadi 3,5 kilometer dengan kondisi diselimuti asap.

Kondisi serupa terjadi di wilayah Rengat dengan jarak pandang mencapai 4 kilometer. Adapun di Kabupaten Pelalawan dan Kecamatan Tambang, jarak pandang tercatat berada di kisaran 5 kilometer dengan kondisi udara yang juga terpantau kabut asap.

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Di samping mengawasi sebaran titik panas dan kabut asap, BMKG turut merilis peringatan dini cuaca bagi sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Sejumlah daerah diperkirakan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang mulai pukul 19.00 WIB.

Wilayah yang masuk dalam pemantauan potensi cuaca ekstrem meliputi kawasan XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu di Kabupaten Kampar; Bukit Batu di Kabupaten Bengkalis; Rokan IV Koto dan Tambusai Utara di Kabupaten Rokan Hulu; serta Kecamatan Sungai Apit di Kabupaten Siak.

Potensi hujan lebat juga diprakirakan meluas ke wilayah Kabupaten Rokan Hilir, mencakup Kecamatan Kubu, Bangko, Rimba Melintang, Bagan Sinembah, Bangko Pusako, Batu Hampar, Pekaitan, dan Kubu Babussalam.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perluasan cuaca ekstrem yang dapat terjadi di wilayah sekitarnya, termasuk area Kampar Kiri Hulu, Bengkalis, Teluk Meranti, Ujung Batu, Pasir Limau Kapas, hingga Kota Dumai.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Jawa Pos
Hotspot riau bmkg karhutla