LombokPost — Ada momen unik ketika Presiden Prabowo Subianto berbicara mengenai capaian pemerintahannya di hadapan keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.
Prabowo mengaku justru terkejut setelah membaca sebuah buku yang merangkum berbagai capaian pemerintahannya. Buku tersebut, menurut Prabowo, disusun oleh tim internal pemerintah dan sebelumnya tidak diketahuinya.
Pengakuan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Sabtu (19/9/2026).
“Saya sendiri kaget, saya tidak tahu mereka bikin buku itu. Benar, tahu-tahu dikasih buku itu ke saya. Saya baca, oh iya ya. Begitu banyak yang telah kita capai,” ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan, setelah membaca rangkuman tersebut, dirinya baru menyadari banyaknya program yang telah dikerjakan pemerintah selama hampir dua tahun masa kepemimpinannya.
Baca Juga: Mendag Budi Santoso: Pembukaan Peluang Ekspor Secara Otomatis Menarik Masuknya Investasi
“Saya sendiri tidak begitu mengerti berapa banyak yang telah kita perbuat untuk rakyat Indonesia,” lanjutnya.
Bukan Sekadar Buku, Jadi Cermin Dua Tahun Pemerintahan
Buku tersebut kemudian menjadi bagian dari narasi Prabowo mengenai hasil kerja pemerintah menjelang dua tahun pemerintahannya.
Sebelumnya, pada Juli 2026, Prabowo menyebut pemerintah telah menyelesaikan 108 persoalan kronis bangsa dalam 18 bulan pertama. Ia mengatakan jumlah persoalan yang telah ditangani terus bertambah seiring berjalannya pemerintahan.
Baca Juga: Polisi Endus Peredaran Narkotika Baru Jenis "Happy Water" Masyarakat Diimbau Waspada
Dalam perkembangan berikutnya, pemerintah juga menyebut telah menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 21 bulan pemerintahan. Klaim tersebut mencakup sejumlah sektor, mulai pangan, energi hingga kebijakan ekonomi.
Karena itu, kemunculan buku capaian tersebut dapat dibaca sebagai bagian dari upaya pemerintah mendokumentasikan berbagai kebijakan dan hasil kerja selama periode awal pemerintahan.
Namun, daftar capaian dalam buku tersebut tetap merupakan dokumentasi dari pihak pemerintah. Dampak dan keberhasilan setiap program tentu memiliki indikator serta ukuran masing-masing.
Swasembada Pangan Jadi Salah Satu Sorotan
Di hadapan keluarga besar Gontor, Prabowo menempatkan kemandirian pangan sebagai salah satu capaian penting.
Baca Juga: Titik Panas di Riau Meningkat Jadi 12 Hotspot, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat
Ia menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan dan memiliki cadangan pangan yang cukup. Pemerintah, kata dia, juga telah menyiapkan langkah menghadapi potensi gangguan produksi akibat El Nino dan kekeringan.
“Alhamdulillah swasembada pangan sudah, cadangan pangan kita cukup. Langkah-langkah kita sudah antisipasi cuaca yang tidak baik, El Nino, kekeringan, kita siap,” ujar Prabowo.
Pemerintah sebelumnya menyebut delapan komoditas telah mencapai swasembada, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Bagi Prabowo, kemandirian pangan merupakan bagian dari kemampuan sebuah negara untuk berdiri di atas kekuatan sendiri.
Baca Juga: Titik Panas di Riau Meningkat Jadi 12 Hotspot, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat
“Di tengah dunia sekarang, dunia yang penuh dengan konflik, bahkan dengan perang-perang di mana-mana, ini membuktikan bahwa apa yang sudah lama saya utarakan, kita harus swasembada pangan, kita harus swasembada energi. Kita tidak boleh bergantung dengan bangsa lain,” katanya.
Solar Tak Lagi Diimpor Sejak 1 Juli
Sektor energi menjadi capaian lain yang disampaikan Prabowo.
Presiden mengatakan Indonesia sejak 1 Juli 2026 tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri. Menurut pemerintah, kebutuhan solar dalam negeri kini dipenuhi melalui produksi domestik, termasuk penggunaan biodiesel berbasis kelapa sawit.
“Dari mana? Dari kelapa sawit. Dari tanaman, Yang Maha Kuasa telah memberi karunia kepada kita,” ujar Prabowo.
Baca Juga: Tim Penyelam Basarnas Evakuasi 1 Jenazah dari Bangkai KM Virgo, 125 Korban Masih Dicari
Pemerintah sebelumnya menyatakan kebijakan tersebut berkaitan dengan pengembangan biodiesel B50. Dalam keterangan pemerintah, penghentian impor solar sejak 1 Juli 2026 disebut mampu menghemat devisa sekitar Rp170 triliun atau USD9,5 miliar.
Prabowo juga menyinggung kemampuan akademisi Indonesia mengembangkan bahan bakar dari sumber daya dalam negeri, termasuk kelapa sawit.
“Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya, dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil membuat solar dari kelapa sawit,” kata Prabowo.
Dari Gontor, Prabowo Bicara Masa Depan
Pidato Prabowo di Gontor tidak hanya berisi daftar capaian pemerintah.
Presiden juga mengaitkan kemandirian pangan dan energi dengan masa depan Indonesia. Menurutnya, bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan strategisnya sendiri.
Pesan tersebut sejalan dengan tema besar yang dibawa Prabowo dalam sejumlah kesempatan, yakni membangun Indonesia yang berdikari dan tidak bergantung kepada negara lain.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak para santri Gontor untuk optimistis terhadap masa depan Indonesia.
“Percaya, masa depan Indonesia baik, masa depan Indonesia cerah. Dan kalian santri, santriwati, anak-anakku sekalian, kalianlah yang akan ambil alih. Kalian yang akan meneruskan perjuangan kita,” katanya.
Prabowo juga mengingatkan generasi muda agar tidak menerima begitu saja seluruh informasi yang beredar di media sosial.
Baca Juga: Kasus Suap HGB Summarecon Agung, KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid
“Hati-hati. Jangan percaya semua yang ada di sosmed itu,” ujarnya.
Mengaku Makin Percaya Diri
Pada akhirnya, buku yang membuat Prabowo mengaku terkejut itu menjadi semacam cermin bagi dirinya sendiri.
Ia mengatakan berbagai capaian tersebut membuat kepercayaan dirinya dalam menjalankan mandat sebagai Presiden semakin kuat.
“Saya percaya diri karena sekarang kita buktikan kita bukan pemimpin yang omon-omon saja,” kata Prabowo.
Baca Juga: Petaka Kartu Merah Dean Huijsen buat Real Madrid Tumbang 1-2 di Markas Atletico Madrid
Prabowo menyebut capaian tersebut tidak lahir dari kerja seorang presiden seorang diri. Ia mengaitkannya dengan kerja jajaran menteri, kepala daerah, dan berbagai unsur pemerintahan.
“Kita telah buktikan kepada bangsa Indonesia, kita telah mencapai keberhasilan-keberhasilan yang nyata, yang beruntung dan menguntungkan bangsa dan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Dengan masa pemerintahan yang mendekati dua tahun, daftar capaian tersebut sekaligus menjadi bahan yang digunakan pemerintah untuk menunjukkan arah kebijakan Prabowo-Gibran.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : kompas