Produksi Gula PT SGN Melonjak 25 Persen Menjelang Akhir Musim Giling

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 00:03 WIB
Dengan alat sederhana, petani tebu Sorinomo bertahan dan berkembang, menghidupi keluarga dari manisnya hasil panen.
Dengan alat sederhana, petani tebu Sorinomo bertahan dan berkembang, menghidupi keluarga dari manisnya hasil panen.

LombokPost— PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) mencatatkan lonjakan kinerja produksi gula yang signifikan menjelang berakhirnya musim giling tahun ini. Hingga 15 September 2026, anak usaha Holding Perkebunan Nusantara tersebut telah menggiling sebanyak 10,65 juta ton tebu.

Capaian volume tebu giling tersebut mengalami peningkatan sebesar 10 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar 9,67 juta ton.

Pertumbuhan volume tebu yang diproses tersebut berbanding lurus dengan realisasi produksi gula perseroan. SGN membukukan total produksi gula mencapai 733.000 ton, atau melonjak 25 persen dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar 587.000 ton.

Direktur Utama SGN Mahmudi mengutarakan bahwa pertumbuhan kinerjanya merupakan buah dari kolaborasi berkelanjutan dengan para mitra petani di lapangan.

”Capaian ini adalah buah dari sinergi antara perusahaan dan petani. Kami terus berupaya menjaga keseimbangan antara peningkatan kapasitas produksi dan kesejahteraan petani,” papar Mahmudi, Selasa (22/9/2026).

Strategi Intensifikasi Tebang dan Optimalisasi Rendemen

Mahmudi menjelaskan, peningkatan volume dan kualitas produksi gula didorong oleh penerapan strategi intensifikasi pola tebang tebu secara terukur. Manajemen jadwal tebang yang presisi mampu meningkatkan mutu bahan baku tebu yang masuk ke pabrik, sehingga perolehan tingkat rendemen gula menjadi lebih optimal.

Peningkatan efisiensi operasional ini salah satunya terlihat pada kinerja Pabrik Gula (PG) Rendeng di Blora. Pabrik tersebut mampu menyerap hingga 90 persen hasil panen tebu petani lokal dengan cakupan area perkebunan mencapai sekitar 500 hektare.

”Tingginya serapan tersebut mendapat apresiasi langsung dari para petani karena memberikan kepastian pasar sekaligus harga jual yang lebih stabil,” tuturnya.

Penguatan Operasional dan Distribusi Pasokan Nasional

Guna menopang kesinambungan produksi, SGN memperkuat jaringan distribusi serta memodernisasi tata kelola operasional di sejumlah unit pabrik gula. Langkah efisiensi pada rantai proses giling diterapkan secara ketat guna menekan potensi kehilangan (losses) kadar rendemen akibat durasi penundaan pengolahan tebu.

Melalui peningkatan volume giling dan optimalisasi pabrik, SGN berkomitmen untuk terus memperkuat ketersediaan stok gula guna menopang pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

”Kami optimistis kinerja produksi dapat terus meningkat seiring penguatan produktivitas tebu dan kerja sama dengan petani,” ucap Mahmudi.

Meta Deskripsi (140 Karakter): Produksi gula PT SGN melonjak 25 persen jadi 733 ribu ton. Dirut sebut capaian hasil intensifikasi tebang dan kemitraan petani tebu.

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Jawa Pos
Sinergi Gula Nusantara