LombokPost--Dalam kasus tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, sampai dengan pukul 15.00 Rabu (23/8), sebanyak 128 orang telah dievakuasi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 orang meninggal dan 108 lainnya selamat.
Jadi, masih 115 orang yang masih dalam pencarian.
Dalam insiden memilukan itu juga masih didapati cerita lama: awak kapal menyelamatkan diri duluan, penumpang dibiarkan begitu saja.
Karena itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menginstruksikan pengetatan pemeriksaan mandiri kelaiklautan kapal dan latihan darurat secara masif.
Instruksi itu disampaikan Plt Dirjen Hubla Lollan Panjaitan dalam pertemuan daring bersama seluruh pemangku kepentingan pelayaran.
“Keselamatan kapal penumpang dan Ro-Ro merupakan tanggung jawab bersama. Tidak dapat hanya bergantung pada saat kapal diperiksa petugas," kata Lollan dalam keterangan resmi Rabu (23/9).
Direktur Perkapalan dan Kepelautan Samsuddin mengingatkan, latihan darurat tak boleh sekadar teori.
Baca Juga: Sinyal Sekolah Tolak MBG, Korwil BGN Mataram Pilih ‘Irit’ Bicara
“Harus familiar dengan peralatan keselamatan dan mampu menggunakannya ketika darurat," katanya.
Skenarionya pun harus senyata mungkin.
Tak hanya awak, penumpang juga harus tahu apa yang harus dilakukan saat alarm meraung.
Operator diminta menyosialisasikan cara pakai pelampung, jalur evakuasi, hingga titik kumpul sebelum kapal berangkat.
"Jangan lagi terjadi saat kecelakaan awak kapal menyelamatkan diri terlebih dahulu, tapi penumpangnya dibiarkan begitu saja. Ini tidak boleh terjadi lagi," katanya.
Jenazah Kru Kapal Pengantar Jurnalis Ditemukan
Sementara itu, Operasi SAR gabungan untuk pencarian lima jurnalis, dua kru kapal, dan satu pemandu menemukan titik terang.
Tim penyelamat berhasil mengevakuasi satu jenazah yang teridentifikasi sebagai Surakhman, salah seorang kru KM Arupadhatu I.
Jenazah pria 50 tahun itu ditemukan di sekitar kawasan Pulau Enggano, pulau di barat daya Sumatera yang masuk wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu.
Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan, personel gabungan bergerak cepat sejak laporan awal masuk ke meja pusat komando.
Baca Juga: Dugaan Pelecehan Santri di Lombok Tengah, Tangkap Tikusnya, Jangan Hancurkan Lumbungnya!
"Penemuan di Enggano itu pada tanggal 12 (September), ke tanggal 14 itu masih tetap kita melakukan pencarian, kita menemukan objek termasuk speedboat," papar Kepala Basarnas Banten Al Amrad merinci kronologi penemuan di lapangan.
Jenazah yang ditemukan di dekat Pulau Enggano itu awalnya diidentifikasi sebagai Mr X.
Jenazah tersebut kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk proses identifikasi.
Hasil pemeriksaan tim Disaster Victim Identification melalui pencocokan DNA dengan keluarga memastikan jenazah tersebut merupakan Surakhman.
Surakhman beserta nakhoda Warta dan pemandu Heriyanto mengantarkan kelima jurnalis meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Mereka dilaporkan hilang kontak sejak 7 September setelah berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten. Jarak antara titik keberangkatan dengan Pulau Enggano sekitar 345 kilometer, jika dilihat dari Google Earth.
Kelima jurnalis itu adalah Muhammad Bagus Khoirunnas (pewarta foto LKBN Antara Biro Banten), Ari Basuki (pewarta foto Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (reporter/pewarta foto iNews), Firdaus Wajidi (pewarta foto Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas).
Baca Juga: RSJ Kalsel Siapkan Skenario Evakuasi Eksternal, Akibat Dikepung Asap Buntut Terbakarnya 14 Hektare
Mengingat wilayah perairan yang terdampak erupsi sangat luas, tim SAR bahkan sempat memperpanjang masa pencarian hingga mencakup puluhan ribu mil laut.
"Kami melakukan pencarian kurang lebih 16.840 mil laut yang menyangkut wilayah Lampung, Banten, sampai ke Bengkulu," urai Al Amrad.
Terus Dipantau
Jumat (18/9), operasi SAR pencarian kelima jurnalis dan tiga orang lainnya resmi dihentikan.
Selanjutnya, tetap dilakukan pemantauan dengan bekerja sama dengan berbagai pihak.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni memastikan pendampingan terhadap keluarga korban tetap diberikan hingga saat ini.
Dia juga mengucapkan belasungkawa atas ditemukannya jenazah Surakhman.
"Insya Allah, seperti yang pernah saya sampaikan, kami akan terus menginformasikan setiap perkembangan yang ada," tuturnya. (raf/idr/ttg/JPG/r3)
Editor : Kimda FaridaSumber : Jawa Pos