Kapal Induk Pertama Indonesia Resmi Bernama KRI Sriwijaya-100

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB
Kapal induk pertama Indonesia resmi bernama KRI Sriwijaya-100. Mulai Kamis (24/9) seluruh awak kapal tersebut adalah prajurit TNI AL. (Puspen TNI)
Kapal induk pertama Indonesia resmi bernama KRI Sriwijaya-100. Mulai Kamis (24/9) seluruh awak kapal tersebut adalah prajurit TNI AL. (Puspen TNI)

 

 

LombokPost-Kapal induk pertama Indonesia resmi bernama KRI Sriwijaya-100 sejak Kamis (24/9). Kapal itu sepenuhnya diawaki prajurit TNI AL dengan total 400 personel yang telah disiapkan.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan nama Sriwijaya dipilih karena merujuk pada salah satu kerajaan maritim terbesar di Indonesia yang usianya lebih tua dari Majapahit.

Menurut Ali, nama itu sekaligus membawa harapan agar kejayaan maritim Nusantara dapat kembali dibangun.

”Dan itu membawa kejayaan kemaritiman di era masa lalu, harapannya dengan penamaan itu kita akan mengembalikan keemasan atau kejayaan kemaritiman Nusantara seperti yang lalu,” ucap Ali usai peresmian di Tanjung Priok, Jakarta.

Baca Juga: Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Sri Lanka, Segera Berlayar ke Jakarta

Peresmian KRI Sriwijaya-100 dipimpin Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi dan seluruh kepala staf turut mendampingi.

Sebelum penamaan diresmikan, para pejabat TNI menyaksikan penurunan Bendera Italia dan pengibaran Bendera Merah Putih di atas kapal. TNI AL juga mengukuhkan Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan sebagai komandan kapal.

Ali mengatakan kondisi kapal masih sangat baik dan siap dioperasikan. Namun, TNI AL masih akan melengkapi kapal dengan sejumlah peralatan komunikasi versi Indonesia.

”Alhamdulillah semua berjalan lancar dan kondisi kapal seperti yang bapak-bapak, ibu-ibu sudah lihat ke dalam, kondisinya masih sangat baik, siap operasional. Namun, kami juga merencanakan untuk mengisi kapal ini dengan peralatan komunikasi terutamanya yang versi Indonesia,” terang Ali.

Saat ini, KRI Sriwijaya-100 masih menggunakan peralatan komunikasi berstandar NATO. Menurut Ali, peralatan itu tidak akan diberikan Angkatan Laut Italia kepada TNI AL karena Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif.

”Maka kita menggunakan versi kita sendiri yang kita siapkan nantinya untuk membuat kapal ini siap berlayar dan melaksanakan tugas-tugas yang telah kita rencanakan,” imbuhnya.

Sebanyak 400 prajurit TNI AL disiapkan menjadi awak KRI Sriwijaya-100. Dari jumlah itu, 100 prajurit telah mengikuti pelatihan langsung di Italia.

Sementara 300 personel lainnya menjalani pelatihan di Indonesia dengan mendapat transfer pengetahuan dari 100 prajurit yang lebih dulu belajar di Italia.

TNI AL juga akan menyiapkan pilot helikopter dan, ke depan, pilot drone agar dapat beroperasi dari kapal induk itu.

”Kami akan melatih pilot-pilot helikopter, mungkin nanti ke depan pilot-pilot drone, untuk bisa beroperasi dari kapal induk ini,” imbuhnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
Giuseppe Garibaldi kapal induk Indonesia KRI Sriwijaya-100 Muhammad Ali TNI AL