Sudaryono Sebut Pembenahan MBG Merepotkan, tapi Harus Dilakukan

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 07:31 WIB
Kepala BGN Sudaryono
Kepala BGN Sudaryono

 

LombokPost-Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengakui pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi banyak pekerjaan. Persoalan yang dibenahi mulai dari kualitas pekerja dapur hingga sistem pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sudaryono menggambarkan proses pembenahan itu dengan istilah bahasa Jepang “mendokusai” yang berarti merepotkan. Meski demikian, ia menegaskan perbaikan tetap harus dilakukan.

"Mendokusai itu merepotkan. Tapi percayalah bahwa ini harus kita lakukan," ucap Sudaryono melalui pernyataannya yang diunggah di akun Instagram @sudaru_sudaryono, Jumat (25/9).

Sudaryono berharap pembenahan yang mulai dilakukan dapat meningkatkan kinerja pelaksanaan MBG dalam waktu tidak terlalu lama.

"Diharapkan dalam waktu yang tidak lama itu kemudian performa kita bisa prima dalam memberikan MBG ke penerima manfaat dengan baik," kata pria yang akrab disapa Mas Dar itu.

Baca Juga: Sinyal Sekolah Tolak MBG, Korwil BGN Mataram Pilih ‘Irit’ Bicara 

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kualitas pekerja di dapur MBG. Sudaryono mengakui sebagian pekerja belum bekerja secara profesional, tetapi masih dapat ditingkatkan melalui pelatihan.

"Saya memahami memang banyak di antara dapur itu pekerjanya tidak profesional, saya paham. Hanya tidak profesional tapi bisa dilatih," katanya.

Menurut Sudaryono, kualitas pengelolaan dapur juga bergantung pada kepedulian dan kepemimpinan orang-orang yang terlibat. Mulai dari pemilik dapur, ahli gizi, akuntan, kepala SPPG, hingga chef.

"Selama pemimpin-pemimpinnya itu kemudian care, pemimpin-pemimpinnya itu peduli, ya pemilik dapurnya peduli, ya ahli gizinya peduli, ya akuntannya peduli, ya kepala SPPG-nya peduli, ya chef-nya kemudian juga bersertifikat dan berpengalaman, maka harusnya tidak ada persoalan," ujarnya.

BGN akan melakukan penertiban dan pembenahan tata kelola MBG sekaligus memperkuat komunikasi dengan para mitra. Pertemuan rutin akan digelar untuk menyampaikan perkembangan maupun kebijakan terbaru.

"Nanti kami (BGN) akan sering-sering mengundang Bapak Ibu mitra semua untuk kemudian kita bisa Zoom seperti siang hari ini, paling tidak seminggu sekali untuk update beberapa persoalan-persoalan atau beberapa hal yang menjadi kebijakan kami," jelasnya.

Sudaryono menilai keberlangsungan MBG selama ini juga ditopang peran para mitra. Karena itu, ia meminta kerja sama yang telah berjalan tetap dilanjutkan.

"Karena sekali lagi Bapak Ibu semua, BGN ini bisa jalan sampai sejauh ini karena ada mitra," katanya.

Ia juga meminta mitra bersabar menghadapi proses pembenahan yang sedang berjalan. Menurutnya, perbaikan perlu dilakukan secara menyeluruh terhadap tata kelola maupun sistem.

"Jadi saya minta Bapak Ibu semua kesabarannya, ketabahannya, dan juga kerja samanya yang selama ini baik, itu kemudian diteruskan Bapak Ibu semua," tutur Sudaryono.

BGN juga akan membangun sistem yang belum tersedia, memperbaiki mekanisme yang dinilai keliru, serta mempertahankan sistem yang sudah berjalan baik.

"Kami dengan mohon dengan segala kerendahan hati saya, itu untuk kemudian kita bersama-sama kita benahi tata kelola ini, kita benahi sistemnya, kita benahi segala sesuatu yang harusnya ada kita adakan, yang sekarang ada dan keliru kita perbaiki, dan yang sudah ada dan baik itu kemudian kita teruskan Bapak Ibu semua," tegasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
Sudaryono SPPG BGN Makan Bergizi Gratis dapur MBG