Pembiayaan Kendaraan Listrik BSI Melonjak 66 Persen per Juli 2026

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 23:49 WIB
ISI DAYA: Tiga SPKLU PLN sudah terpasang di area Lombok Epicentrum Mall (LEM) memudahkan masyarakat mengisi daya kendaraan listrik, Minggu (25/1).
ISI DAYA: Tiga SPKLU PLN sudah terpasang di area Lombok Epicentrum Mall (LEM) memudahkan masyarakat mengisi daya kendaraan listrik, Minggu (25/1).

LombokPost— Tren pembiayaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dengan skema berbasis syariah mencatatkan pertumbuhan pesat. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membukukan lonjakan pembiayaan EV sebesar 66 persen hingga Juli 2026. Sementara itu, total outstanding pembiayaan kendaraan BSI melalui produk BSI OTO mencapai sekitar Rp 6,75 triliun, tumbuh 11,34 persen secara tahunan (year-on-year).

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy memaparkan bahwa tren kenaikan ini mencerminkan tingginya permintaan pasar terhadap kepemilikan kendaraan pribadi yang diimbangi dengan preferensi skema keuangan yang aman.

”Namun, konsumen kini semakin cermat dalam memilih skema pembiayaan yang aman, transparan, dan sesuai prinsip syariah,” tuturnya, Senin (28/9/2026).

Kemas mengungkapkan, melesatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik turut didorong oleh pergeseran pola konsumsi dan gaya hidup, khususnya di kalangan generasi muda. Selain faktor inovasi teknologi dan efisiensi biaya operasional bulanan, tingkat kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan (environmental sustainability) kini menjadi pertimbangan utama konsumen.

Guna merespons peluang pasar tersebut, BSI terus memperluas penetrasi akses pembiayaan otomotif berbasis syariah, termasuk untuk portofolio Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Lewat tawaran skema angsuran tetap (fixed installment) setiap bulan, BSI berupaya membantu masyarakat mengelola perencanaan keuangan secara lebih terukur.

“Melalui BSI OTO, perseroan berharap dapat menjadi mitra masyarakat dalam mewujudkan mobilitas yang lebih modern, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Sekaligus mendukung pengembangan industri otomotif nasional menuju ekonomi hijau,” pungkasnya.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Jawa Pos
ev Kendaraan Listrik PT bank Syariah Indonesia Tbk Ekonomi Hijau