LombokPost - Kejutan besar terjadi di Istana Negara, Jumat (2/10) sore ini.
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 24 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) baru.
Dari sekian nama besar, dua nama yang termasuk paling menyedot perhatian adalah Rocky Gerung dan Jusuf Hamka alias Babah Alun.
Baca Juga: Mencuat Rencana Perpanjangan Kontrak Pemain AC Milan Christian Pulisic dan Strahinja Pavlovic
Siapa yang tidak kenal Rocky Gerung? Akademisi yang terkenal dengan kritik pedasnya.
Masih ingat janjinya tahun 2019? "Saya akan kritik Prabowo 12 menit setelah dilantik!"
Dulu di luar sistem, kini Rocky Gerung resmi masuk ke dalam lingkar Istana sebagai penasehat Presiden.
Baca Juga: Update soal Oliver Giroud dan Goncalo Ramos, dua Striker Nomor 9 AC Milan
Tadi siang Rocky tiba memakai blazer biru, henya senyum dan berkata ke wartawan: "Ini gue lagi acara radical break," lalu ngacir masuk Istana.
Banyak yang terkejut, dari yang dulu teriak dari luar, sekarang justru diajak merumuskan kebijakan dari dalam.
Sementara itu, pengusaha yang dikenal dermawan yang viral karena bantu orang di jalan, Mohammad Jusuf Hamka alias abah Alun juga resmi dilantik.
Baca Juga: Momen Haru Tak Terlupakan, Bluebird Mendekat saat yang Lain Menjauh
Babah Alun yang dikenal sebagai Bos Jalan Tol dan pengusaha yang dekat dengan rakyat kecil, kini dipercaya jadi penasihat Presiden.
Dari mengurusi ambulans gratis dan warteg, kini ikut membantu mengurusi negara.
DAFTAR LENGKAP WANTIMPRES BARU PRABOWO:
Ketua: Pratikno (mantan Menko PMK yang baru kena reshuffle kemarin)
Wakil Ketua: Hatta Rajasa
Sekretaris: Muhammad Qodari
Baca Juga: Stop Sok Idealis, Ruben Amorim yang Sekarang Sudah Berbeda, di AC Milan Dia Lebih Pragmatis
Anggota:
1. Sinta Nuriyah Wahid
2. Quraish Shihab
3. Bambang Soesatyo
4. Agum Gumelar
5. Budi Gunawan
6. Chairul Tanjung
7. Said Aqil Siradj
8. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)
9. Babah Alun (Jusuf Hamka)
10. Dato Sri Tahir
11. Rocky Gerung
12. Anwar Usman, dan tokoh besar lainnya.
Ini Wantimpres paling gemuk dan paling berwarna sepanjang sejarah.
Ada ulama, pengusaha, mantan jenderal, mantan hakim MK, hingga pengkritik pemerintah yang jadi satu meja.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post Online