LombokPost-Pemerhati isu kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai penegakan hukum menjadi pekerjaan rumah terbesar Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Ia menyoroti praktik penegakan hukum yang dinilainya masih tebang pilih dan rawan konflik kepentingan.
”PR paling besar di Polri saat ini terkait dengan penegakan hukum yang masih tebang pilih dan rawan konflik kepentingan,” ucap Bambang saat dihubungi awak media, dikutip Sabtu (3/10).
Menurut Bambang, persoalan itu membutuhkan pimpinan Polri yang memahami kondisi hingga level akar rumput. Pimpinan kepolisian juga dinilai perlu menjaga jarak dari berbagai kepentingan di luar penegakan hukum.
Baca Juga: Jejak Karier Komjen Suyudi Ario Seto, dari Reserse hingga Calon Kapolri
Kepentingan politik maupun personal, menurut dia, tidak boleh mengganggu proses penegakan hukum.
Selain persoalan penegakan hukum, Bambang menilai Suyudi juga menghadapi pekerjaan rumah dalam pembenahan organisasi Polri. Salah satunya reformasi kultural yang dinilai belum tuntas.
Perkembangan zaman dan teknologi juga menjadi tantangan bagi Korps Bhayangkara. Polri dituntut beradaptasi dengan masyarakat yang semakin mudah memperoleh informasi dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap pelayanan kepolisian.
”Ini penting karena masyarakat pasti akan lebih melek dengan informasi. Akan menjadi problem bila jajaran Polri tidak segera beradaptasi dengan ekspektasi masyarakat yang tinggi,” jelasnya.
Di sisi lain, Bambang menilai ada sejumlah kebijakan pada masa kepemimpinan Kapolri sebelumnya Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang patut diapresiasi dan dilanjutkan.
Baca Juga: BREAKING: Prabowo Copot Listyo Sigit, Tunjuk Kepala BNN Suyudi Ario Seto Jadi Calon Tunggal Kapolri
Salah satunya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Polri. Menurut Bambang, revisi UU Polri menjadi salah satu capaian kepemimpinan Listyo Sigit setelah regulasi kepolisian tidak direvisi selama lebih dari dua dekade.
”Disahkannya Revisi UU Polri adalah salah satu prestasi kepemimpinan LSP (Listyo Sigit Prabowo). Makanya pergantian ini adalah hal yang sangat wajar. Presiden pasti sudah melakukan pertimbangan-pertimbangan sebelumnya,” terang dia.
Suyudi sebelumnya membawa semangat “Polri Bersama Masyarakat” setelah dilantik menjadi Kapolri. Ia bertekad membawa Korps Bhayangkara lebih dekat dengan publik dan akan memetakan persoalan dari bawah.
Suyudi mengatakan Polri akan melakukan konsolidasi internal untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian. Bersama jajarannya, ia juga akan menentukan langkah prioritas yang perlu segera dilakukan.
”Kita akan melihat, kita akan mencoba belanja masalah dan juga akan melakukan langkah-langkah yang kami anggap penting yang menjadi prioritas kami,” ujar Suyudi.
Langkah itu akan dilakukan dalam kerangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengacu pada grand strategy dan roadmap Polri untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.
Suyudi mengatakan konsolidasi internal menjadi salah satu langkah awal kepemimpinannya. Ia juga akan melanjutkan berbagai kebijakan yang telah dijalankan pimpinan Polri sebelumnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : jawapos.com