LombokPost - Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 membawa angin segar bagi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Minat investor mulai meningkat. Sejumlah proyek akomodasi dan fasilitas pariwisata disiapkan untuk memperkuat daya tarik kawasan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar mengungkapkan, sinyal investasi mulai terlihat setelah gelaran MotoGP berakhir.
Investor melirik berbagai peluang, mulai dari pembangunan vila tepi pantai hingga hotel berbintang.
“Alhamdulillah, sudah ada sinyal-sinyal investasi. Setelah MotoGP ini, investasi kecil-kecil seperti beach villa sudah mulai masuk dan berproses,” ujar Ahmad Fajar.
Baca Juga: 347 CCTV hingga Anti-Drone, Kapolda NTB Ungkap Rahasia Pengamanan MotoGP Mandalika 2026
Rencana pembangunan hotel bintang lima juga mulai disiapkan. Salah satunya di sekitar kawasan Jambuluwuk. Proyek tersebut ditargetkan memasuki tahap konstruksi setelah seluruh perizinan rampung.
Selain itu, ITDC tengah menantikan pengumuman resmi terkait investor yang akan mengembangkan kawasan Mandalika bagian timur.
Kehadiran investasi baru diharapkan mempercepat pengembangan destinasi tersebut.
Baca Juga: PLN Perkuat Listrik NTB Pasca-MotoGP, PLTU Lombok Tambah Daya 50 MW Akhir 2026
Ahmad Fajar optimistis, pertumbuhan investasi akan memberikan dampak berganda bagi masyarakat sekitar.
Bertambahnya fasilitas pariwisata berpotensi membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga.
Fasilitas Olahraga Jadi Prioritas
Di tengah peluang investasi tersebut, pengembangan Mandalika juga diarahkan sebagai destinasi pariwisata berbasis olahraga atau sport tourism kelas dunia.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meminta ITDC memperbanyak fasilitas olahraga di kawasan tersebut.
Sarana yang dibutuhkan meliputi lapangan golf, jogging track, lapangan tenis, lapangan padel, serta dukungan akomodasi hotel.
Erick juga menyoroti kebutuhan fasilitas pendukung industri otomotif. Salah satunya kawasan berikat atau bonded zone untuk kendaraan, berikut fasilitas garasi yang dapat mengakomodasi berbagai merek otomotif.
“Bonded zone untuk mobil-mobil harus ada di sini, begitu pula dengan garasi otomotif dari berbagai merek ternama seperti Toyota, Honda, dan lainnya,” tegas Erick.
Direktur Utama InJourney Maya Watono menyambut positif arahan tersebut. Menurut dia, kelengkapan fasilitas olahraga merupakan investasi jangka panjang untuk mendukung pariwisata sekaligus melahirkan atlet berprestasi.
Baca Juga: Geliat Kriya Buatan Tangan di Tengah Kemegahan Mandalika, Pinalo Tembus Pasar Hong Kong
Sirkuit Internasional Mandalika menjadi salah satu contoh.
Fasilitas tersebut telah menjadi tempat bagi pembalap muda Indonesia, seperti Veda Ega Pratama dan Mario Aji, untuk mengasah kemampuan. Sejumlah talenta di kelas Moto4 juga mendapat kesempatan berkembang.
“Ini adalah bentuk investasi bagi generasi masa depan dan upaya kita melahirkan bibit-bibit unggul bangsa,” ujar Maya.
Maya juga mengapresiasi penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, termasuk kemegahan upacara pembukaannya.
Pertunjukan tersebut memadukan hiburan dan budaya Indonesia untuk menarik perhatian penonton internasional.
Baca Juga: Lina Limbong, Pemilik Pernak-Pernik PeDe Unik di Mandalika, Sulap Limbah Kaca jadi Karya Seni
Penampilan Agnez Mo serta tarian tradisional menjadi bagian dari pertunjukan pembuka. Acara itu dirancang untuk memperkuat citra Mandalika sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post