Darurat Karhutla 2026: 7.678 Titik Panas Membara, 53 Ribu Personel Gabungan Dikerahkan

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:27 WIB
Dasbord Darurat Karhutla 2026: 7.678 Titik Panas Membara, 53 Ribu Personel Gabungan Dikerahkan.
Dasbord Darurat Karhutla 2026: 7.678 Titik Panas Membara, 53 Ribu Personel Gabungan Dikerahkan.

LombokPost - Situasi darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian mengkhawatirkan di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan Dashboard Informasi Penanganan Karhutla per 13 Oktober 2026, tercatat sebanyak 7.678 titik panas (hotspot) membara di enam provinsi prioritas, dengan akumulasi luas lahan terbakar dalam 24 jam terakhir mencapai 570,09 hektare.

Geliat penanganan di lapangan tampak masif. Sebanyak 53.848 personel gabungan dari berbagai instansi didominasi oleh TNI (12.285 personel), perusahaan (8.950), Polri (8.594), hingga relawan dan Manggala Agni diterjunkan langsung ke titik-titik rawan.

Baca Juga: Hadang Karhutla Sebangau, Pemerintah Siapkan Ekskavator dan 30 Sumur Bor

Operasi pemadaman darat dan udara bahu-membahu menjinakkan si jago merah yang melahap ratusan hektare lahan.

Berdasarkan hasil patroli udara dan ground check harian, sebaran luas lahan terbakar didominasi oleh wilayah Sumatera Selatan (49 persen), disusul Jambi (22 persen), Kalteng dan Kalsel masing-masing 11 persen, serta Kalbar (7 persen).

Sementara itu, dari total tingkat hotspot yang terpantau, Kalimantan Tengah memegang angka tertinggi dengan 3.835 titik, diikuti Sumatera Selatan dengan 1.816 titik.

Baca Juga: Hotspot Karhutla di Enam Provinsi Melonjak Dua Kali Lipat Menjadi 1.085 Titik

Untuk memaksimalkan pemadaman, satuan tugas udara mengerahkan 46 unit armada udara, termasuk operasi patroli, Water Bombing (WB), dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Tercatat volume water bombing telah mencapai 1.135.000 liter dengan bahan semai 6.800 kg untuk memicu hujan buatan di wilayah terdampak. Upaya darat dan udara ini berhasil menangani area seluas 451,35 hektare pada hari yang sama.

Dampak dari masifnya karhutla ini langsung dirasakan pada kualitas udara di berbagai daerah.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan Percepatan Pemadaman Karhutla, 639 Hektare Lahan Masih Ditangani

Berdasarkan pantauan BMKG terhadap parameter PM2.5 dan jarak pandang, kualitas udara di sebagian besar wilayah terdampak berada pada status Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya.

Di Jambi dan Kalteng, jarak pandang bahkan menyusut hingga 0,2 hingga 1 kilometer, disertai kabut asap pekat yang mengancam kesehatan masyarakat.

Pemerintah terus mengimbau warga di enam provinsi terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan senantiasa mengenakan masker guna menghindari dampak buruk ISPA.

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : BNPB
Karhutla 2026 Titik Panas Sipongi Satgas Gabungan Darurat Asap kebakaran lahan