LombokPost- Ceo ADOR, Min Hee Jin menggelar konferensi pers untuk menjawab pertanyaan publik mengenai perseteruan dirinya dengan HYBE Labels.
Dalam konferensi pers tersebut, Min Hee Jin mengklaim bahwa dirinyalah yang dikhianati HYBE Labels, bukan sebaliknya.
Dilansir dari Koreaboo, Min Hee Jin menjelaskan secara langsung mengenai hubungannya dengan HYBE.
Terutama mengenai kabar dirinya mencoba “merebut” manajemen ADOR.
Dalam komentarnya, dia menyatakan bahwa hal tersebut tidak pernah terjadi dan dianggap sebagai “propaganda.”
"Sudut pandang saya dan sudut HYBE berbeda. Klaim mereka bahwa saya mencoba merebut hak pengelolaan adalah propaganda hitam. Saya tidak pernah mencoba merampas hak ADOR. Saya seorang CEO yang dibayar dengan gaji."
- Min Hee Jin
Min Hee Jin kemudian melanjutkan dengan mengatakan bahwa dirinya tidak mungkin untuk “merebut” hak manajemen.
Bahkan dirinya tidak pernah memiliki niat atau tidak pernah mencobanya.
"Bagaimana saya bisa merebut hak pengelolaan ketika HYBE memiliki 80 persen saham ADOR? Saya tidak punya niat untuk merampas hak dan tidak pernah mencoba untuk merampasnya."
- Min Hee Jin
Dia kemudian menyebut HYBE dan membalikkan klaimnya kepada mereka. Dirinya menegaskan bahwa dia tidak mengkhianati HYBE, melainkan sebaliknya HYBE yang mengkhianati dirinya.
"Entah apa niat HYBE menjual saya seperti ini. Bukannya saya mengkhianati HYBE, tapi HYBE (yang memanfaatkan saya) yang mengkhianati saya. Jadi HYBE-lah yang melakukan pelanggaran kepercayaan."
- Min Hee Jin
Kuasa hukum Min Hee Jin melanjutkan, bahwa setelah semua yang terjadi tidak ada yang namanya “pelanggaran awal dalam pelanggaran kepercayaan”.
Dia menambahkan bahwa dengan HYBE mengajukan pengaduan atas dugaan pelanggaran kepercayaan, dan mereka pun menantikan apa yang akan tertulis dalam pengaduan tersebut. (Geum)
Editor : Rury Anjas Andita