Bobon Santoso mengungkap proses produksi wafer Tango langsung dari pabriknya. Di bawah OT Group, Tango tampil sebagai merek wafer Indonesia yang mendunia.
Wafer Tango adalah salah satu produk makanan ringan paling populer di Indonesia. Dalam kunjungannya ke pabrik Tango milik OT Group, Bobon Santoso mengajak publik menyaksikan langsung proses produksi wafer asli Indonesia ini.
“Ini pabriknya gila banget, luas dan modern. Tango emang pantas disebut rajanya wafer Indonesia,” ucap Bobon Santoso saat menjejakkan kaki di area produksi Tango seluas 21 hektare.
Pabrik ini bukan hanya memproduksi Tango, tetapi juga produk unggulan lainnya seperti MintZ, Kiranti, dan pasta gigi Formula, yang semuanya berada di bawah naungan OT Group (PT Ultra Prima Abadi).
Proses Produksi Wafer Tango yang Canggih dan Higienis
Bobon Santoso menyusuri jalur produksi wafer Tango, mulai dari adonan, pemanggangan, pelapisan krim, hingga pengemasan. Teknologi otomatis yang digunakan membuat produksi wafer Indonesia ini tak hanya cepat, tapi juga konsisten dari sisi kualitas.
“Wafer-nya tipis, rapi banget. Keluar dari oven langsung menggiurkan,” tutur Bobon melihat proses pemanggangan wafer di oven raksasa.
Lapisan krim susu dan cokelat yang digunakan juga tidak sembarangan. Semua proses dilakukan dengan kontrol suhu ketat, maksimal 25 derajat Celsius, agar wafer tidak rusak dan cokelat tetap stabil.
“Detail seperti kontrol suhu ini yang bikin kualitas wafer Tango selalu konsisten,” tambah Bobon.
Tango Bukan Hanya untuk Pasar Lokal
Hal yang mengejutkan, produk dari pabrik wafer Tango ini tidak hanya untuk pasar Indonesia. Bobon Santoso mengungkap, wafer Tango sudah diekspor ke Timur Tengah, Filipina, dan sedang ekspansi ke Amerika Latin.
Dengan sertifikasi internasional yang dimiliki OT Group, wafer Indonesia ini mampu bersaing tanpa harus menurunkan standar produksi.
“Gokil! Produk Indonesia bisa masuk pasar global dengan kualitas segini,” puji Bobon Santoso.
Baca Juga: Tom Cruise dan Ana de Armas Bintangi Film Deeper, Petualangan Bawah Laut Berbalut Supranatural
Cetak Rekor MURI: Wafer Tango 249 Lapis
Dalam puncak kunjungannya, Bobon Santoso ditantang untuk mencetak sejarah baru dengan menyusun wafer Tango terbanyak. Ia pun langsung turun tangan menyusun manual lembaran demi lembaran wafer hingga mencapai 249 lapisan.
“Baru 100 lapis aja udah goyang, tapi kita terus gas!” ujarnya sambil tertawa.
Tak lama setelah susunan selesai, tim Museum Rekor Indonesia (MURI) langsung menyerahkan sertifikat resmi atas pencapaian wafer Tango 249 lapis, sebagai wafer lapis terbanyak di Indonesia.
Wafer Tango, Produk Lokal Rasa Global
Kunjungan ini membuka mata publik bahwa di balik kelezatan wafer Tango, ada teknologi, kerja keras, dan perhatian tinggi pada detail.
Wafer asli Indonesia ini bukan sekadar camilan biasa, tapi bukti bahwa produk lokal bisa berbicara banyak di pasar dunia. (***)
Editor : Alfian Yusni