Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

The Matrix Resurrections Bikin Bangkrut Studio Besar, Village Roadshow Tersandung Utang Ratusan Juta Dolar

Alfian Yusni • Senin, 26 Mei 2025 | 19:17 WIB

 

Meski membawa nama besar dan punya basis penggemar kuat, film The Matrix terbaru justru bikin studio raksasa kolaps. (Foto: instagram)
Meski membawa nama besar dan punya basis penggemar kuat, film The Matrix terbaru justru bikin studio raksasa kolaps. (Foto: instagram)

LombokPost - Film The Matrix Resurrections ternyata bukan cuma gagal di box office, tapi juga ikut menyeret produsernya, Village Roadshow, ke jurang kebangkrutan.

Keputusan Warner Bros menayangkan The Matrix Resurrections di bioskop dan layanan streaming HBO Max secara bersamaan ternyata berbuntut panjang.

Padahal, film The Matrix Resurrections sebelumnya digadang-gadang jadi kebangkitan waralaba legendaris.

Tapi kenyataan berkata lain. Village Roadshow bangkrut setelah berselisih hukum dengan Warner Bros, studio raksasa yang telah lama menjadi mitra mereka.

Masalah bermula saat Village Roadshow merasa dirugikan atas keputusan Warner Bros.

Penayangan film The Matrix Resurrections di bioskop dan streaming secara serentak membuat pemasukan tiket turun drastis. Mereka pun menggugat Warner Bros sebesar USD 18 juta atas kerugian tersebut.

Namun bukannya berakhir damai, Warner Bros justru balik menuntut. Studio tersebut mengklaim Village Roadshow belum membayar kontribusi dana sebesar USD 107 juta dari total biaya produksi dan promosi film yang mencapai USD 300 juta. Perseteruan pun masuk ke jalur hukum.

Dalam dokumen pengadilan, Warner Bros menyebut telah menawarkan kerja sama pendanaan, tapi Village Roadshow menolak menunaikan kewajibannya.Village Roadshow bangkrut setelah utangnya membengkak menjadi USD 125 juta.

Tak hanya itu, Village Roadshow juga harus menanggung biaya hukum mencapai USD 18 juta. Sedangkan Warner Bros menghabiskan USD 8 juta untuk proses arbitrase hukum terkait The Matrix Resurrections dan Wonka.

 

Tak berhenti sampai di situ, Warner Bros juga diduga mengabaikan hak kemitraan Village Roadshow dalam sejumlah waralaba besar lain seperti Wonka, Joker, hingga I Am Legend.

Bahkan rencana Village Roadshow membuat serial dari film Edge of Tomorrow juga kandas karena tak digubris oleh Warner Bros.

Kini studio yang memproduksi The Matrix Resurrections itu resmi bangkrut. CEO Village Roadshow, Keith Maib, mengajukan permohonan perlindungan kebangkrutan (bankruptcy protection) pada Maret lalu, sebagai upaya terakhir menyelamatkan perusahaan.

Langkah itu diambil setelah berbagai rencana produksi gagal total, utang makin menumpuk, dan hubungan dengan Warner Bros hancur. Meski begitu, upaya penyelamatan terus dilakukan.

Baru-baru ini, pengadilan menyetujui penawaran dari Alcon Media Group senilai USD 417,5 juta untuk membeli katalog film milik Village Roadshow.

Termasuk saham mereka di waralaba The Matrix dan Ocean's. Namun tawaran itu belum final karena masih bisa disaingi oleh Warner Bros maupun investor lainnya sebelum tenggat waktu 16 Mei.

Ada sekitar 100 judul film dan serial dalam katalog yang diperebutkan. Selain The Matrix Resurrections, deretan film tenar seperti Deep Blue Sea, Ocean's Eleven, hingga I Am Legend juga masuk dalam daftar.

Kisruh soal The Matrix Resurrections ini jadi bukti kerasnya industri film. Meski membawa nama besar dan punya basis penggemar kuat, film The Matrix terbaru justru bikin studio raksasa kolaps.

The Matrix Resurrections kini bukan hanya tercatat sebagai sekuel penuh harapan, tapi juga sebagai pemicu runtuhnya salah satu studio film ternama diunia. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Village Roadshow #Film #the Matrix Ressurection #bangkrut #warner bros