LombokPost - Ana de Armas resmi menjadi pemeran utama dalam film Ballerina, yang kini dikenal sebagai From the World of John Wick: Ballerina.
Proyek ini bukan hanya sekadar film laga, tapi juga menjadi momentum penting dalam karier aktris asal Kuba itu.
Ana de Armas mengaku langsung merasakan "klik" sejak membaca halaman pertama naskah, meski saat itu skenarionya belum rampung.
Film Ballerina memang punya magnet kuat, apalagi dengan dua nama besar di balik proyek ini: Chad Stahelski dan Keanu Reeves.
“Aku suka sekali dengan apa yang Keanu dan Chad lakukan lewat film ini. Energinya besar, para fans sangat menyukainya, dan itu jadi pertimbangan penting,” ucap Ana de Armas seperti dilansir dari WWD.
Ballerina mengambil latar waktu di antara John Wick: Chapter 3 dan Chapter 4. Tapi kali ini, bukan Keanu Reeves alias Baba Yaga yang jadi sorotan utama.
Fokus cerita tertuju pada Eve Maccaro, karakter yang diperankan Ana de Armas, yang tumbuh menjadi pembunuh bayaran dalam organisasi misterius berkedok sanggar balet pimpinan The Director (Anjelica Huston).
Masuknya Ana de Armas ke dalam semesta John Wick adalah keputusan penuh keyakinan.
“Ada banyak aksi di halaman naskah, tapi juga banyak drama. Emosi karakternya kuat. Aku merasa harus mengambil peran ini,” katanya.
Proyek ini juga mempertemukan kembali Ana de Armas dengan Keanu Reeves setelah mereka terlibat dalam film Knock Knock (2015).
Film itu menjadi debut Ana de Armas dalam dunia film berbahasa Inggris, dan momen kebersamaannya dengan Keanu masih lekat di ingatan.
“Hari pertama aku bertemu Keanu, dia baru selesai syuting John Wick pertama dan cerita tentang itu saat makan siang.
Aku tumbuh dengan film-film dia: Speed, The Matrix... Jadi rasanya seperti mimpi bisa main bareng dia,” ungkapnya.
Kini, lewat Ballerina, Ana de Armas merasa seperti diberkati. Ia menganggap ini sebagai bentuk estafet dari Keanu Reeves, dan banyak belajar darinya di lokasi syuting.
“Kita sama-sama perfeksionis. Kita terus ingin ulang adegan dan nggak pernah cukup. Susah banget bilang cut kalau syuting bareng dia,” tutupnya.
Film Ballerina jadi bukti bahwa Ana de Armas bukan hanya aktris penuh talenta, tapi juga bagian penting dari kelanjutan semesta John Wick.
Peran Eve Maccaro di film ini bukan hanya tentang aksi dan balas dendam, tapi juga tentang emosi dan perjalanan pribadi yang mendalam. (***)
Editor : Alfian Yusni