Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

“Saya Pernah Membenci Anda, Sekarang Saya Cinta”— Pengakuan Mengejutkan dr Richard Lee ke dr Zakir Naik Bikin Merinding!

Lalu Mohammad Zaenudin • Minggu, 8 Juni 2025 | 15:21 WIB
NGOBROL: Pertemuan antara Dr Zakir Naik dan Dr Richard Lee
NGOBROL: Pertemuan antara Dr Zakir Naik dan Dr Richard Lee

 

Dr. Zakir Naik: Dari Dokter Medis Menjadi Pendakwah Dunia, Ini Pengakuan Mengejutkannya

 

LombokPost - Dr. Zakir Naik dikenal luas sebagai dai internasional yang tegas dan vokal. Namun dalam perbincangan santai bersama Dr. Richard Lee, terkuak sisi lain dirinya: seorang mantan dokter medis.

"I am a medical doctor originally by profession."
(Saya sebenarnya adalah dokter medis berdasarkan profesi awal saya.)

Zakir mengaku berasal dari keluarga dokter. Ayah dan saudaranya juga berprofesi di bidang medis. Namun hidupnya berubah drastis saat bertemu Sheikh Ahmed Deedat.

 

Inspirasi dari Tokoh Dakwah Dunia

Pertemuan dengan Sheikh Ahmed Deedat menjadi titik balik dalam hidup Dr. Zakir.

"I was inspired by Sheikh Ahmed Deedat. When I met Sheikh Ahmed Deedat in 1987, when I was in the second year of medical college, I was inspired by him."
(Saya terinspirasi oleh Sheikh Ahmed Deedat. Saat bertemu beliau pada tahun 1987, saya masih tahun kedua di fakultas kedokteran.)

Inspirasi itu begitu dalam hingga akhirnya ia mulai mengurangi aktivitas medisnya dan beralih sepenuhnya ke dakwah.

"Initially it was 50% medical, 50% dakwah. Then became 2 hours medical, remaining dakwah. Then became full-time dakwah."
(Awalnya 50% medis, 50% dakwah. Lalu hanya 2 jam medis, sisanya dakwah. Hingga akhirnya full-time.)

Baca Juga: Jago Ceramah dan Langganan Jadi Imam Masjid, Aipda Zamzuri Akbar Terpilih Wakili NTB di Lomba Dai Nasional

Dari Menyembuhkan Fisik ke Menyentuh Jiwa

Bagi Dr. Zakir, profesi dokter tetap mulia. Namun ia merasa mengobati jiwa lebih penting dari sekadar menyembuhkan tubuh.

"I felt being a medical doctor is the best profession in life, to serve humanity... but treating a person spiritually is far superior than treating a patient medically."
(Menjadi dokter adalah profesi terbaik untuk melayani kemanusiaan… tapi menyembuhkan secara spiritual lebih tinggi nilainya.)

 

Sosok Sederhana di Balik Figur Hebat

Dr. Zakir juga menunjukkan kesederhanaannya dalam kehidupan pribadi.

"This is my son's apartment. I stay in the next apartment."
(Ini apartemen anak saya. Saya tinggal di sebelahnya.)

 

Dr. Richard Lee yang mewawancarainya pun menyampaikan kekaguman:

"Your home is very, very humble. Your home is very… simple."
(Rumah Anda sangat sederhana. Sangat… simpel.)

 

Pengakuan Emosional Dr. Richard Lee

Dalam wawancara, Dr. Richard Lee mengungkapkan perasaannya yang dulu pernah membenci Dr. Zakir, namun kini mengaguminya.

"Sometimes I agree with you. Sometimes not. Sometimes I hate you. Sometimes I love you... Now I love you."
(Kadang saya setuju, kadang tidak. Kadang membenci… sekarang saya mencintai Anda.)

 

Momen ini menggambarkan transformasi hubungan antar individu yang semula penuh keraguan menjadi penghormatan dan cinta.



---

 

Q: Apakah benar Dr. Zakir Naik dulunya adalah dokter medis?
A: Ya. Dalam wawancara dengan Dr. Richard Lee, Dr. Zakir mengaku sebagai dokter medis sebelum akhirnya memilih jalan dakwah.

Q: Apa yang menginspirasi Dr. Zakir meninggalkan dunia medis?
A: Pertemuannya dengan Sheikh Ahmed Deedat pada 1987 menjadi inspirasi terbesar yang membuatnya memilih dakwah sebagai jalan hidup.

Q: Di mana Dr. Zakir tinggal sekarang?
A: Ia tinggal dengan sangat sederhana, di apartemen sebelah rumah anaknya.

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#perjalanan hidup Zakir Naik #dari dokter ke ustadz #Sheikh Ahmed Deedat #kisah dakwah Zakir Naik #pengakuan emosional Dr Richard #Zakir Naik #Zakir Naik dokter medis #wawancara Richard Lee