LombokPost - Film Ballerina menghadirkan sisi brutal Ana de Armas sebagai Eve Macarro, tapi di balik itu, aktris ini ternyata sangat sensitif.
Saat syuting adegan membakar musuh pakai flamethrower, ia sampai menangis!
Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly, Ana bercerita tentang pengalaman traumatis itu. "Aku menolak mencoba flamethrower saat latihan, tapi akhirnya dipaksa," ungkapnya.
Tim stunt memintanya berlatih sebelum syuting. "Ada pemeran pengganti yang pakai baju anti-api, lalu kubakar. Aku nangis karena nggak sanggup lihat orang terbakar, meski cuma akting," kenang bintang Knives Out itu.
Tapi, setelah latihan, Ana de Armas akhirnya bisa menjalani adegan itu dengan baik.
"Aku bakar ratusan orang di film ini! Tapi tim sangat hati-hati, dan pengalamannya luar biasa," tuturnya.
Fakta Seru di Balik Adegan Flamethrower
- Ana de Armas pakai pelindung bulu mata dan rambut biar nggak terbakar.
- Pemeran pengganti pakai kostum khusus anti-api.
- Adegan ini jadi salah satu yang paling brutal di Ballerina.
Ballerina benar-benar uji nyali Ana de Armas. Meski awalnya ketakutan, ia berhasil tampil maksimal!
Tapi karakter Eve Macarro yang diperankan Ana de Armas punya kisah yang jauh berbeda dari si Baba Yaga. Dia bukan hanya jago tembak dan bela diri, tapi juga sarat emosi dan konflik batin.
Dalam wawancara di pemutaran perdana di TLC Chinese Theater, Hollywood, Ana de Armas buka suara. Menurutnya, Eve Macarro tak bisa disamakan dengan John Wick.
"Kami gak ingin membuat John Wick versi cewek. Kami ingin menciptakan Eve Macarro. Dia berbeda. Dia mengejar balas dendam, tapi dengan latar luka masa kecil yang dalam," ujar Ana de Armas.
Film Ballerina mengisahkan Eve kecil yang menyaksikan ayahnya dibunuh. Trauma itu membentuknya menjadi sosok pembunuh bayaran tangguh.
Tapi berbeda dengan John Wick yang sudah veteran, Eve masih hijau dan emosional.
"Dia baru mulai masuk dunia ini. Dia belum tahu risiko, belum matang seperti John Wick. Ini jadi daya tariknya," lanjut Ana de Armas soal karakternya di film Ballerina.
Sutradara Len Wiseman pun memperkuat narasi tersebut. Ia menyebut, film Ballerina memang berada dalam semesta John Wick, tapi bukanlah sekuel ataupun spin-off.
"Film ini terjadi di antara John Wick Chapter 3 dan Chapter 4. Lebih tepat disebut cerita paralel di dunia yang sama. Dan John Wick muncul di momen penting, tapi bukan poros utama," ungkap Wiseman.
Ballerina memperlihatkan sisi lain dunia pembunuh bayaran, yakni organisasi yang berkedok sanggar balet.
Di sanalah Eve dilatih oleh The Director (Anjelica Huston) dan menjadi senjata mematikan.
Film Ballerina bukan sekadar menyajikan aksi ala John Wick, tapi juga menampilkan sisi emosional seorang wanita yang terluka dan berjuang mencari keadilan.
Dengan pendekatan cerita yang lebih personal dan penuh emosi, Ana de Armas sukses menghadirkan karakter Eve Macarro sebagai pahlawan baru dalam dunia John Wick.
Jadi, jika kamu penggemar film John Wick dan penasaran dengan ekspansi semestanya, film Ballerina ini layak banget masuk daftar tonton akhir pekanmu! (***)
Editor : Alfian Yusni