LombokPost – Setelah dikeluarkan dari grup THE BOYZ, Ju Haknyeon juga berpotensi bakal menghadapi masalah baru.
Ju Hakyeon terancam menghadapi persoalan hukum yang berimbas pada dirinya mendapatkan hukuman penjara.
Menurut Pasal 21 Undang-Undang tentang Hukuman atas Tindakan Pengaturan Prostitusi dan lainnya di Korea Selatan, seseorang yang telah melakukan prostitusi dapat dikenai hukuman penjara kurang dari satu tahun atau denda kurang dari 3 juta won atau Rp 35,52 juta.
Bahkan jika seorang warga negara Korea Selatan terlibat dalam prostitusi di luar negeri, mereka dapat dikenai hukuman berdasarkan hukum domestik.
Berdasarkan aturan hukum tersebut, Ju Haknyeon berpotensi dipenjara jika terbukti terlibat prostitusi.
Sementara itu sebelumnya, Ju Haknyeon (26), mantan anggota grup THE BOYZ dirumorkan menghabiskan malam dengan aktris film dewasa Jepang Aska Kirara (37) dan membayar untuk prostitusi.
Dilaporkan bahwa One Hundred Labels, agensi Ju Haknyeon menemukan keadaan di mana Ju Haknyeon terlibat dalam prostitusi dengan Aska Kirara sambil mengonfirmasi fakta terkait kontroversi terkini atas kehidupan pribadi Ju Haknyeon.
Ju Haknyeon awalnya membantahnya, tetapi dilaporkan bahwa ia akhirnya mengakui prostitusi tersebut setelah diberikan bukti spesifik.
Setelah mengetahui hal ini, One Hundred Labels memutuskan untuk meminta Joo Haknyeon keluar dari THE BOYZ dan mengakhiri kontrak eksklusifnya.
"Kami menanggapi masalah ini dengan sangat serius. Sulit untuk mempercayai Joo Haknyeon lebih lama lagi. Setelah berdiskusi cukup lama dengan para anggota The Boyz, kami telah merampungkan keluarnya Joo Haknyeon dari tim dan pemutusan kontrak eksklusifnya," tulis One Hundred Labels.
Agensi melanjutkan, One Hundred akan berusaha sekuat tenaga dan memberikan semua dukungan yang mungkin agar anggota The Boyz yang tersisa dapat terus sehat dan aktif tanpa goyah.
"Kami dengan tulus meminta maaf karena telah menimbulkan kekhawatiran bagi penggemar kami. Kami akan melakukan yang terbaik untuk membalas kalian dengan berita yang lebih baik di masa mendatang," sambung One Hundred Labels.
Editor : Jelo Sangaji