LombokPost - Film A Business Proposal mendadak ramai dibicarakan. Meski sempat dibenci dan diboikot di bioskop, film yang dibintangi Abidzar Al-Ghifari dan Ariel Tatum ini justru meledak dan trending nomor satu di Netflix Indonesia.
Lalu, kenapa film A Business Proposal Indonesia ini bisa flop di layar lebar tapi sukses di platform streaming?
Film A Business Proposal sempat jadi bulan-bulanan netizen saat tayang perdana di bioskop. Berdasarkan data dari Cinepoint, film produksi Falcon Pictures ini hanya bertahan 8 hari di layar lebar dan cuma meraih 20.874 penonton. Bahkan di situs IMDB, film ini hanya mendapatkan rating 1,4 dari 10.
Banyak yang mempertanyakan kualitas film ini, terlebih karena judulnya sama persis dengan drama Korea populer. Alhasil, muncul reaksi keras dari pecinta drakor.
Kontroversi bermula dari pernyataan Abidzar Al-Ghifari yang dianggap meremehkan versi asli drama Korea. Ia mengaku tidak menonton versi drakornya karena ingin menciptakan karakter sendiri.
"Gua sempat nonton episode satu, cuma memutuskan berhenti karena karakter ini gua buat bareng direktur gua, bukan plek ketiplek," kata Abidzar.
Pernyataan itu sontak menyulut emosi fans drakor yang merasa film ini tidak menghargai karya aslinya.
Tak sampai di situ, pernyataan Caitlin Halderman justru menambah api kontroversi. Dalam sebuah wawancara, ia menyebut film ini bukan remake dari drama Korea, tapi adaptasi dari webtoon.
"Guys, ini bukan dari series Korea, ini dari webtoonnya," ujar Caitlin.
Padahal, webtoon asli berjudul The Office Blind Date, bukan A Business Proposal. Fans pun makin geram karena merasa aktor dan aktrisnya tidak paham sumber asli cerita yang mereka mainkan.
Menanggapi reaksi negatif, Falcon Pictures akhirnya merilis pernyataan permintaan maaf. Mereka menegaskan bahwa film A Business Proposal Indonesia adalah bentuk apresiasi terhadap karya Korea, baik webtoon maupun dramanya.
"Kami meminta maaf atas perkataan dan perbuatan yang tidak tepat. Tidak ada niat buruk, kami kerjakan ini dengan hati," bunyi pernyataan Falcon.
Meski flop di bioskop, film A Business Proposal justru melejit di Netflix Indonesia. Sejak tayang di platform itu pada 12 Juni 2024, film ini langsung duduk di posisi teratas Netflix Top 10.
Faktor penasaran netizen, ditambah kemudahan akses di platform streaming, diyakini jadi alasan utama ledakan penonton.
Banyak pengguna yang ingin membuktikan sendiri, apakah film ini benar-benar seburuk yang dibicarakan.
Film A Business Proposal Indonesia menjadi contoh unik bagaimana sebuah film bisa dibenci di bioskop tapi dicintai di streaming.
Meskipun awalnya dihujat habis-habisan, film ini tetap mencuri perhatian publik. Apakah kamu sudah menontonnya di Netflix? (***)
Editor : Alfian Yusni