LombokPost - James Gunn akhirnya resmi menandai debut penyutradaraannya dalam film Superman.
Reboot Superman (2025) ini menjadi langkah awal semesta DC Universe (DCU) baru yang ia pimpin bersama Peter Safran. Meski begitu, perjalanan Gunn menyutradarai film Superman tidak semulus yang dibayangkan.
James Gunn sempat menolak tawaran untuk mengarahkan film Superman pada 2018. Kala itu, Warner Bros mengajukan tawaran menyutradarai film Superman setelah era Man of Steel.
Namun Gunn menolak, karena merasa tidak yakin dan gentar dengan beban karakter besar seperti Superman.
“Saya bilang tidak saat ditawari Superman pertama kali. Waktu itu kondisi DC sangat berantakan,” ujar Gunn, dikutip dari Comic Book.
Ia pun memilih menyutradarai The Suicide Squad yang menurutnya lebih cocok dengan pendekatan naratif yang ia sukai.
Meski demikian, karakter Superman terus membayanginya. Ia mulai membayangkan seperti apa film Superman versinya sendiri.
Hingga akhirnya, tiga tahun lalu, ketika ditawari ulang, Gunn menerima tantangan tersebut.
Superman 2025: Reboot yang Segar dan Relevan
Film Superman 2025 yang disutradarai James Gunn ini bukan sekadar reboot. Ia hadir dengan gaya penceritaan yang lebih ringan, emosional, dan membumi.
Gaya ini berbeda jauh dari kesan "gelap dan berat" yang melekat pada film-film DC sebelumnya.
David Corenswet didapuk sebagai Superman terbaru. Penampilannya memberi warna baru dalam semesta DC.
Dalam film ini, Superman dikisahkan gagal melindungi planet asalnya, Krypton. Ia kembali menjalani hidup sebagai jurnalis Clark Kent sembari terus memberitakan sosok Superman yang misterius.
Di sisi lain, Lex Luthor (diperankan Nicholas Hoult) menjadi ancaman utama. Sosok Luthor digambarkan sebagai pemimpin LuthorCorp yang ambisius dan manipulatif. Ia bekerja sama dengan otoritas negara untuk menggulingkan Superman.
Lebih Dekat dan Manusiawi
Yang membuat film Superman 2025 mencuri perhatian adalah pendekatannya yang lebih manusiawi. Alih-alih menonjolkan kekuatan, film ini lebih fokus pada dilema pribadi Superman.
Superman digambarkan penuh keraguan, kesepian, dan merasa gagal sebagai pelindung. Ia berjuang menjaga mereka yang ia sayangi di tengah ancaman yang terus datang. Ada nuansa emosional yang kuat dalam cerita ini.
Gaya penceritaan James Gunn yang sebelumnya dikenal lewat Guardians of the Galaxy juga terasa. Mulai dari penggunaan title card bergaya retro ‘80-an, scoring klasik ala John Williams, hingga ensemble karakter yang dinamis.
Penampilan Memukau dari Pemeran Baru
Selain David Corenswet dan Nicholas Hoult, film Superman 2025 juga dibintangi Rachel Brosnahan, Nathan Fillion, Isabel Merced, dan Edi Gathegi. Semuanya tampil solid dan memperkuat cerita.
Nicholas Hoult sebagai Lex Luthor tampil memukau. Ekspresi dan aktingnya yang penuh perhitungan membuat karakter Luthor menjadi salah satu daya tarik utama film ini.
Awal Baru DC Universe
Bagi penggemar DC, Superman 2025 bukan hanya film reboot. Ini adalah pintu masuk ke DC Universe baru.
Sebuah awal yang segar dan berpotensi menyatukan penggemar lama dan baru.
Film ini menunjukkan bagaimana James Gunn mampu membawa semangat baru tanpa menghilangkan akar karakter klasik Superman.
Dengan visual mumpuni, penceritaan yang mengalir, dan nuansa emosional yang kuat, Superman 2025 menjadi film superhero yang relevan di masa kini.
Jangan Lewatkan!
Film Superman 2025 tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu, 9 Juli. Bagi penggemar film superhero dan penikmat karya James Gunn, film ini wajib ditonton.
Reboot Superman kali ini mungkin akan menjadi fondasi kokoh bagi DCU yang lebih cerah dan menjanjikan. (***)
Editor : Alfian Yusni