LombokPost – Dunia perfilman horor sudah tidak asing lagi dengan judul-judul populer seperti The Conjuring Universe, The Exorcist, atau Evil Dead Rise.
Namun ada satu film horor tampil berbeda dengan pendekatan yang lebih kelam, psikologis, dan membekas di benak, judulnya Hereditary.
Berdasarkan ulasan banyak pihak, film Hereditary dinilai sebagai film horor paling menyeramkan yang pernah dibuat sejauh ini.
Bahkan setelah berkali-kali menonton film Hereditary, rasa takutnya tetap belum luntur.
Disutradarai oleh Ari Aster, film Hereditary bukanlah horor dengan sajian konvensional penuh jumpscare.
Justru sebaliknya, film Hereditary menyajikan atmosfer yang begitu mencekam dan mengganggu secara emosional.
Dengan kata lain, Film Hereditary ini dapat dikatakan sebagai horor seni anti-mainstream serta horor psikologis modern supernatural yang ngeri secara emosional.
Film ini menceritakan tentang keluarga Graham, khususnya Annie Graham, seorang ibu dan seniman miniatur, yang harus menghadapi teror misterius setelah kematian ibunya, Ellen.
Kejanggalan dimulai saat Annie menemukan sebuah buku milik sang ibu yang berisi catatan masa kecil anaknya, Charlie.
Sejak saat itu, kejadian-kejadian aneh mulai menghantui keluarga mereka, mulai dari penampakan Ellen di dalam rumah hingga teror supranatural yang perlahan membuka rahasia gelap tentang kutukan keluarga yang diwariskan turun-temurun.
Hal yang menjadikan film Hereditary begitu mengerikan bukan hanya pada kejadian-kejadian mistisnya, tetapi bagaimana film ini mempermainkan psikologis penonton.
Adegan-adegan sederhana seperti tumpukan buku, tatapan kosong, dan percakapan antara karakter justru menjadi sumber rasa takut yang sangat efektif.
Dialog-dialognya dalam, penuh lapisan makna, dan setiap detil dalam adegan terasa seperti bagian dari teka-teki besar yang akhirnya mengarah pada plot twist menghantam tanpa ampun.
Atmosfer kelam dan narasi yang dibangun perlahan namun pasti menjadikan film ini lebih dari sekadar film horor biasa.
Film Hereditary berhasil memadukan trauma keluarga, kehilangan, dan penderitaan psikologis dengan elemen supranatural, menciptakan pengalaman menonton yang membuat penonton merasa tak nyaman bahkan lama setelah film berakhir.
Dengan gaya sinematik yang artistik dan penampilan luar biasa dari Toni Collette sebagai Annie, film Hereditary layak disebut sebagai mahakarya horor modern.
Film Hereditary bukan hanya membuat takut, tetapi juga mengajak penonton masuk ke dalam kedalaman luka emosional dan warisan gelap yang sulit dihapus.
Jika Anda mencari horor yang tak hanya mengejutkan, tetapi juga mengguncang mental dan perasaan, film Hereditary adalah jawabannya.
Sebuah teror elegan yang perlahan merayap ke dalam, dan tinggal di sana. (Geumie)
Editor : Jelo Sangaji