Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Film Animasi Merah Putih One For All Dikritik Netizen Habis-habisan, Ternyata Ini Penyebabnya

Rosmayanthi • Minggu, 10 Agustus 2025 | 21:02 WIB

Film Animasi Merah Putih One For All dikritik netizen habis-habisan, menurut netizen, biaya pembuatan fantastis namun tak sesuai dengan kualitas film.
Film Animasi Merah Putih One For All dikritik netizen habis-habisan, menurut netizen, biaya pembuatan fantastis namun tak sesuai dengan kualitas film.
LombokPost - Dunia maya kembali heboh. Penyebabnya channel YouTube Historika Film, Jumat (8/8/2025) melaunching sinopsis Film Animasi Merah Putih One For All.

Film Animasi Merah Putih One For All ini rencananya akan tayang pada 14 Agustus 2025 serentak di bioskok Tanah Air. 

Sayangnya, belum juga tayang, Film Animasi Merah Putih One For All justru dikritik habis-habisan oleh netizen.

Sebenarnya tak ada yang aneh dari alur cerita dari Film Animasi Merah Putih One For All, garapan Perfiki Kreasindo menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang berdurasi film 70 menit, dengan klasifikasi Semua Umur ini.

Hanya saja reaksi sewot netizen muncul lantaran angka fantastis yang disebut-sebut sebagai biaya produksinya yang menyentuh angka Rp6,7 miliar. Angka ini diketahui netizen setelah sang produser Film Animasi Merah Putih One For All, Toto Soegriwo, mengunggah prihal biaya produksi film ini di Instagram pribadinya.

"Film garapan Endiarto dan Bintang ini berdurasi 70 menit ini diketahui memakan budget produksi hingga 6,7 miliar rupiah seperti yang diutarakan Produser Eksekutif Sonny Pudjisasono," tulis Toto Soegriwo dalam akun pribadinya.

Tak pelak, walaupun Film Animasi Merah Putih One For All mengusung semangat nasionalisme, reaksi warganet diluar dugaan. Banyak yang menilai eksekusi cerita dan kualitas teknisnya belum maksimal.

Netizen menilai, dengan modal miliaran rupiah dan hype yang telanjur terbentuk, harusnya Film Animasi Merah Putih One For All harusnya menjadi tonggak baru bagi industri animasi tanah air. Apalagi film ini diklaim sebagai film animasi pertama bertema kebangsaan. 

Namun jika dilihat dari kualitaanya, nitizen justru menilai film ini akan menambah daftar panjang proyek ambisius yang tak sesuai ekspektasi.

Film Animasi Merah Putih One For All mengisahkan delapan anak yang terpilih menjadi Tim Merah Putih untuk menjaga bendera yang akan dikibarkan pada upacara 17 Agustus. Namun tiga hari sebelum upacara bendera digelar, bendera tersebut hilang. 

Tim Merah Putih yang anggotanya memiliki latar budaya berbeda-beda akhirnya bersatu dalam misi penyelamatan bendera yang hilang secara misterius.

Mereka pun memulai petualangan seru yang penuh tantangan. Menembus hutan, menyusuri sungai hingga melawan badai, sambil belajar mengatasi perbedaan demi satu tujuan, yakni mengibarkan bendera di hari bersejarah.

Tidak ada yang aneh dari alur cerita yang dibuat. Semangat nasionalismenya pun sangan nampak. Yang menggangu benak netizen justru kualitas dari Film Animasi Merah Putih One For All. Apalagi melihat angka biaya produksi yang diklaim mencapai Rp6,7 miliar.

Netizen mulai membanding-bandingkan Film Animasi Merah Putih One For All dengan film animasi lokal lain seperti Film Animasi Jumbo. Karena Film Animasi Jumbo dianggap sudah mengangkat standar animasi Indonesia ke level yang jauh lebih tinggi.

Berbagai komentar pedas dari netizen pun tak terelakan. Terutama soal anggaran yang dikeluarkan tak sebanding dengan hasil Film Animasi Merah Putih One For All yang akan ditayangkan serentak tanggal 14 Agustus 2025.

Beberapa komentar bahkan cukup pedas, menyebut grafis Film Animasi Merah Putih One For All terlihat terburu-buru dan mirip proyek tugas sekolah. Ada juga yang berharap tim produksi bisa memperbaiki detail teknis sebelum masuk bioskop.

"Hah 7 m hasilnya gini? Doang? Sorry wae pak, aku sebagai 3D artist malu sih kalau namaku ditaro credit. Jujur pak artistnya kamu bayar berapa? wkwkkw," ungkap akun @fifolutfia.

"Tau sendiri hype-nya kayak apa. Benchmark masyarakat buat menilai kualitas animasi ya pakenya Jumbo. Udah nggak bisa lagi jualan cuma pakai kalimat sakti 'karya anak bangsa'," tulis seorang pengguna X.

"Grafiknay kek animasi jaman batu," ujar akun @riski_pangestangu.

Film garapan Endiarto dan Bintang ini berdurasi 70 menit ini diketahui memakan budget produksi hingga 6,7 miliar rupiah.
Film garapan Endiarto dan Bintang ini berdurasi 70 menit ini diketahui memakan budget produksi hingga 6,7 miliar rupiah.

"Maaf bukan maksud gak nasionalis ya, tapi jujur film ini kerasa kayak hasil tugas proyek PPKn anak SMA yang dikerjain seminggu sebelum deadline," tulis seorang netizen di YouTube.

Komentar lain bahkan lebih nyentil, menyebut Film Animasi Merah Putih One For All tak pantas masuk Bioskop XXI.

"Saya dengar katanya ini film mau masuk bioskop? Saya rasa ngeliatin kursi bioskop kosong selama dua jam mungkin lebih menghibur daripada nonton ini," tulis netizen lain di cannel Youtube.

"Anjir budgetnya 8 miliar, untuk poster dan kalimat buatan AI, transisi patah-patah, kalimat dialog yang baku sekali seperti dialog buatan AI," tandas akun @chandra_kssss terkait dengan Film Animasi Merah Putih One For All tersebut.

Sejauh ini, Perfiki Kreasindo belum memberikan komentarnya terkait hujan kritik yang datang.

Editor : Siti Aeny Maryam
#bioskop #Film #One for all #biaya #merah putih #animasi