Film Animasi Merah Putih One For All ini rencananya akan tayang pada 14 Agustus 2025 serentak di bioskop Tanah Air.
Sayangnya, belum juga tayang, Film Animasi Merah Putih One For All justru dikritik habis-habisan oleh netizen.
Sebenarnya tak ada yang aneh dari alur cerita dari film animasi garapan Perfiki Kreasindo menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang berdurasi film 70 menit, dengan klasifikasi Semua Umur ini.
Hanya saja reaksi sewot netizen muncul lantaran angka fantastis yang disebut-sebut sebagai biaya produksinya yang mencapai angka Rp6,7 miliar. Angka ini diketahui netizen setelah sang produser Film Animasi Merah Putih One For All, Toto Soegriwo, mengunggah prihal biaya produksi film ini di Instagram pribadinya.
Berikut 5 hal menarik yang membuat Film Animasi Merah Putih One For All ramai dikritik netizen:
1. Mengangkat kisah 8 Anak dari latar budaya berbeda
Film Animasi Merah Putih One For All mengisahkan delapan anak yang terpilih menjadi Tim Merah Putih untuk menjaga bendera yang akan dikibarkan pada upacara 17 Agustus. Namun tiga hari sebelum upacara bendera digelar, bendera tersebut hilang.
Tim Merah Putih yang anggotanya memiliki latar budaya berbeda-beda akhirnya bersatu dalam misi penyelamatan bendera yang hilang secara misterius.
Mereka pun memulai petualangan seru yang penuh tantangan. Menembus hutan, menyusuri sungai hingga melawan badai, sambil belajar mengatasi perbedaan demi satu tujuan, yakni mengibarkan bendera di hari bersejarah.
2. Biaya produksi yang mencapai Rp6,8 miliar
Sebenarnya tak ada yang aneh dari alur cerita dari film animasi garapan Perfiki Kreasindo menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang berdurasi film 70 menit, dengan klasifikasi Semua Umur ini.
Hanya saja yang bikin netizen gregetan adalah angka fantastis yang disebut-sebut sebagai biaya produksinya yang mencapai angka Rp6,7 miliar. Angka ini diketahui netizen setelah sang produser Film Animasi Merah Putih One For All, Toto Soegriwo, mengunggah prihal biaya produksi film ini di Instagram pribadinya.
"Film garapan Endiarto dan Bintang ini berdurasi 70 menit ini diketahui memakan budget produksi hingga 6,7 miliar rupiah seperti yang diutarakan Produser Eksekutif Sonny Pudjisasono," tulis Toto Soegriwo dalam akun pribadinya.
3. Jadwal penayangan serentak di bioskop tanah air
Film Animasi Merah Putih One For All ini rencananya akan tayang pada 14 Agustus 2025 serentak di bioskop Tanah Air.
4. Banjir Kritik dari Netizen
Walaupun Film Animasi Merah Putih One For All mengusung semangat nasionalisme, reaksi warganet diluar dugaan. Banyak yang menilai eksekusi cerita dan kualitas teknisnya belum maksimal.
Netizen menilai, dengan modal miliaran rupiah dan hype yang telanjur terbentuk, harusnya Film Animasi Merah Putih One For All harusnya menjadi tonggak baru bagi industri animasi tanah air. Apalagi film ini diklaim sebagai film animasi pertama bertema kebangsaan.
Namun jika dilihat dari kualitasnya, nitizen justru menilai film ini akan menambah daftar panjang proyek ambisius yang tak sesuai ekspektasi.
5. Respon Produser Film
Menanggapi banjir komentar miring, produser Toto Soegriwo akhirnya buka suara lewat akun Instagram pribadinya.
"Senyumin aja. Komentator lebih pandai dari pemain. Banyak yang mengambil manfaat juga kan? Postingan kalian jadi viral kan?," tulis Toto.
Editor : Siti Aeny Maryam