LombokPost – Drama akhir pekan Channel A berjudul My Lovely Journey kembali menjadi perbincangan, bukan karena kontroversi atau kisah sensasional, tetapi justru karena kehangatan dan keindahan yang ditawarkannya.
Meski mendapat ulasan positif dari penonton, rating drama My Lovely Journey tetap terjebak di kisaran 0 persen selama tiga episode berturut-turut.
Drama My Lovely Journey mengusung latar menawan Buyeo dengan hutan pohon hujan emas, taman rekreasi Sungai Baekma, hingga rumah hanok tradisional.
My Lovely Journey merupakan sebuah drama yang memadukan pemandangan alami dengan kisah keluarga yang penuh luka, penyesalan, dan penyembuhan.
Episode ketiga yang tayang pada 9 Agustus, memunculkan momen klimaks emosional saat Kang Yeo Reum (Gong Seung Yeon) berhasil mengungkap kebenaran pahit tentang Ji Sook (Kim Hye Hwa) dan saudara kembarnya, Kate.
Terungkap bahwa Kate ditelantarkan saat lahir demi menyelamatkan nyawa Ji Sook yang sakit parah.
Kesadaran bahwa ibunya tidak membencinya, melainkan mengorbankan segalanya demi dirinya, membuat Ji Sook menangis tersedu-sedu.
Adegan yang membuat penonton ikut hanyut dan membanjiri media sosial dengan komentar haru.
Drama ini memancarkan energi “detoks penyembuhan” yang jarang ditemui di industri televisi Korea saat ini.
Alur yang tenang, visual yang indah, serta penampilan akting memikat dari Gong Seung Yeon menjadi daya tarik tersendiri.
Penonton memuji drama ini sebagai “napas segar” di tengah dominasi cerita-cerita provokatif, bahkan ada yang menyebutnya sebagai “tempat pelarian emosional”.
Namun, Nielsen Korea mencatat penurunan rating: dari 0,6 persen di episode perdana menjadi 0,3 persen di episode kedua, dan 0,2 persen di episode ketiga.
Fenomena ini menyoroti ironi: karya yang dipuji karena kualitas dan pesan positifnya justru sulit merebut perhatian audiens mainstream.
Meski begitu, My Lovely Journey belum berakhir.
Di penghujung episode ketiga, Yeoreum menerima misi baru dari agen perjalanan pengganti “Summer”.
Kali ini melibatkan klien unik, seekor anjing retriever bernama “Genie”, yang menjanjikan kisah segar untuk episode selanjutnya.
Dengan atmosfernya yang hangat, visual liris, dan pesan penyembuhan, drama ini mungkin bukan juara rating, tetapi jelas telah memenangkan hati para penontonnya. (Geumie)
Editor : Pujo Nugroho