Dalam situs populer IMDb, film Merah Putih One For All, sampai dengan Rabu (20/8), mendapat ulasan sekitar 132 pengguna dan mendapat rating bintang 1. Sejumlah pengguna merasa kecewa setelah menonton film animasi Merah Putih.
"Kalau boleh kasih nilai 0, saya pasti akan kasih. Film ini sejak trailernya dirilis memang kurang memuaskan dan jauh dari memuaskan. Saya sangat kecewa karena film ini sama sekali tidak memenuhi ekspektasi dan merusak citra film animasi Indonesia yang bagus seperti Jumbo. Rasanya saya sudah membuang-buang waktu dan uang saya yang berharga.
Saya tidak akan pernah merekomendasikan film ini kepada siapa pun. Semoga ulasan ini bisa menjadi peringatan bagi orang lain untuk menghindari kekecewaan yang sama. Sejujurnya, nilai 0 pun rasanya cukup untuk menggambarkan betapa buruknya pengalaman saya," komentar salah satu pengguna dengan nama akun hanching-54962 dalam Bahasa Inggrs (14/8/25).
"Kualitasnya buruk, saya akan memberi nilai minus kalau bisa. Sungguh pemborosan uang dan penghinaan bagi animasi Indonesia. Saya juga memperhatikan beberapa karakter dicuri dan plot yang dihasilkan AI juga terlihat jelas. Saya sarankan kalian untuk tidak menonton ini, baik untuk hiburan maupun konten, karena sama sekali tidak layak ditonton.," timpal akun Aretta-4.
Film animasi Merah Putih One For All menceritakan tentang sejumlah anak yang tergabung dalam Tim Merah Putih. Mereka mendapat tugas untuk menjaga bendera pusaka yang akan dikibarkan dalam upacara Kemerdekaan 17 Agustus.
Namun sayangnya, sebelum perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus tiba, bendera tersebut tiba-tiba hilang secara misterius tanpa diketahui siapa yang mengambilnya.
Delapan anak dari berbagai latar belakang budaya yaitu Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tongkok kompak melakukan pencarian untuk tujuan menemukan bendera Merah Putih yang hilang.
Mereka harus melintasi sungai, hutan,hingga gunung, dan bertemu dengan sejumlah penghalang selama di perjalanan.
Mereka harus mampu meredam ego demi tetap pada tujuan awal yaitu menemukan bendera Merah Putih yang hilang supaya dapat dikibarkan pada Hari Kemerdekaan.(*)
Editor : Redaksi Lombok Post