Sebagai wujud cinta dan tanggung jawab, mereka menyiapkan sebanyak 1.800 liter beras sebagai fidyah, yang diniatkan untuk mengganti salat dan puasa almarhumah yang mungkin terlewat selama hidupnya.
1.800 liter beras yang akan digunakan sebagai pembayaran fidyah bagi almarhumah Mpok Alpa.
Langkah ini sepenuhnya merupakan keputusan keluarga, bukan berdasarkan wasiat dari almarhumah.
Kepada wartawan Ajie Darmaji menjelaskan bahwa fidyah ini diniatkan untuk mengganti kewajiban salat dan puasa yang mungkin terlewat oleh Mpok Alpa. Terutama, kewajiban-kewajiban ibadah yang mungkin tidak dapat ditunaikan secara sempurna saat ia sedang berjuang melawan sakitnya.
Langkah ini menunjukkan betapa besar cinta dan tanggung jawab keluarga terhadap almarhumah. Mereka berharap fidyah ini dapat menjadi pelengkap dan penyempurna amal ibadah Mpok Alpa di akhirat.
1.800 liter beras fidyah tersebut sudah dibagikan kepada jemaah yang hadir dalam acara tahlilan malam ketiga Mpok Alpa. Setiap jemaah menerima paket beras yang berisi lima liter, memastikan penyaluran yang merata.
Acara tahlilan diselenggarakan di kediaman keluarga di Ciganjur, Jakarta Selatan, sejak Mpok Alpa wafat hingga malam ke tujuh.
Menurut perhitungan yang dilakukan oleh pihak keluarga, jumlah 1.800 liter beras ini setara dengan fidyah untuk 1.850 hari. Angka ini mencerminkan estimasi kewajiban salat dan puasa yang terlewat oleh Mpok Alpa selama masa hidupnya, khususnya pada periode sakit.
Namun Ajie Darmaji meyakini jika sedekah dalam bentuk fidyah tidak dapat secara langsung menggantikan kewajiban salat yang terlewat. Tapi ia berharap setidaknya amalan ini dapat menjadi penyempurna amal ibadah Mpok Alpa. Selain itu pembayaran fidyah merupakan upaya tulus keluarga untuk memberikan yang terbaik bagi almarhumah.
Ajie dan seluruh keluarga berharap, Mpok Alpa bisa mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik daripada kehidupan di dunia.
Editor : Siti Aeny Maryam