LombokPost - Kepergian komedian ternama, Mpok Alpa, pada Jumat, 15 Agustus 2025, menyisakan duka mendalam bagi keluarga, terutama sang suami, Aji Darmaji, dan keempat anak mereka.
Sepekan setelah kepergiannya, Aji Darmaji atau yang akrab disapa Idung, mengungkap perjuangan berat yang mereka lalui selama Mpok Alpa melawan penyakitnya.
Dalam sebuah wawancara yang diunggah di akun Instagram @rumpi_gosip, Idung menceritakan bagaimana mereka berjuang habis-habisan untuk biaya pengobatan kanker yang diderita Mpok Alpa.
Demi kesembuhan sang istri, Mpok Alpa, mereka rela menjual seluruh aset dan menguras tabungan.
"Jadi memang selama pengobatan kanker itu kami habis-habisan," ujar Aji Darmaji.
Idung mengaku, demi membiayai pengobatan kanker payudara Mpok Alpa, mereka terpaksa menjual dua mobil dan menguras habis tabungan keluarga, termasuk tabungan anak-anak.
"Selama ini ya sudah dua mobil lah kejual, tabungan anak-anak kepakai juga, tabungan kami kering lah," tambahnya.
Meskipun memiliki asuransi, biaya pengobatan yang sangat tinggi membuat asuransi tidak lagi mencukupi.
"Asuransi pakai juga cuma sudah limit, jadi kami pakai uang pribadi," jelasnya.
Mpok Alpa Menolak Bantuan Rekan Artis
Idung juga mengungkapkan bahwa Mpok Alpa memiliki prinsip untuk tidak merepotkan orang lain.
Ia sengaja tidak memberi tahu banyak orang mengenai penyakitnya karena pesan dari sang istri.
"Mpok juga minta gitu biar gak nyusahin orang. Kalau ada pakai aja yang kita punya. Kalau gak ada kita diam," kata Idung.
Meskipun banyak rekan artis yang menawarkan bantuan finansial atau membuka donasi, Mpok Alpa dengan tegas menolak semua tawaran tersebut.
Mpok Alpa justru memilih untuk membiayai pengobatan dengan uang pribadi.
"Cuma memang mpok enggak mau nyusahin orang. Jadi yaudah jalanin pakai uang pribadi," ungkap Idung.
Perjuangan Mpok Alpa akhirnya harus terhenti di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama mengingat Mpok Alpa sempat divonis mengidap kanker saat sedang mengandung bayi kembar berusia empat bulan.***
Editor : Fratama P.